Masih di Bawah Umur, Pelaku Pembunuhan Dites Kejiwaan

oleh -2 views

BALI, SR (29/8/2019)

Satreskrim Polres Badung sangat hati-hati menangani kasus pembunuhan yang melibatkan anak di bawah umur. Saat Press Conference Rabu (28/8) pukul 13.00 Wita dua pelaku yang berinisial EAM (15) dan BWS (15) dihadirkan di Aula Polres Badung.

DPRD

Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Laorens Rajamangapul Heselo SH, SIK mengungkapkan, bahwa kedua pelaku tersebut menjalani tes psikologi (kejiwaan) dan selama proses penyidikan didampingi pihak Dinas Sosial serta Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Badung. “Pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP atau 338 KUHP dan 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. Tapi karena pelaku masih dibawah umur tidak disangkakan hukuman mati. Untuk proses penyidikan sesuai Undang-undang No. 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan anak,” ungkap Kapolres Badung.

Terkait pemicu kericuhan di kafe Madu, Desa Angantaka, Abiansemal, menurut Kapolres, antara kelompok pelaku dan korban terjadi senggolan saat joget. Namun keributan di kafe bisa dilerai. “Saat kedua kelompok pemuda ini meninggalkan kafe, pelaku ingat ada temannya ketinggalan di kafe tersebut. Pelaku (Putu BWS-red) pulang ke rumahnya mengambil parang. Alasannya untuk jaga-jaga,” ucap mantan Kapolres Muna, Sultra ini.

Sesampainya di pertigaan Desa Samu, tiba-tiba melintas kedua korban mengendarai sepeda motor. Pelaku langsung mengejarnya. Setibanya di Jalan Kerasan, Desa Sedang, tersangka EAM langsung menendang sepeda motor korban sampai jatuh. Selanjutnya tersangka BWS langsung membacok kedua korban dengan blakas (parang). “Kesehariannya pelaku adalah pelajar SMA. Kalau dari pandangan orangtuanya, mereka baik-baik saja. Namun tetap dilakukan pendalaman dan dilakukan tes psikologi,” ungkap kapolres Badung.

Baca Juga  Tertarik Joki Cilik, Dua Turis Jerman Diinterogasi Imigrasi

Kaitan dengan pemeriksaan para tersangka, ada tujuh saksi yang diperiksa dan masih berproses. Pihaknya tidak ada menyampaikan hasil otopsi dan tes psikologi ke publik, karena itu untuk kepentingan penyidikan.

Sedangkan Kasatreskrim Laorens menyampaikan, kedua pelaku jatuh dari motornya karena menabrak palang dari bambu yang dipasang warga di TKP. “Diduga panik mereka tidak melihat ada palang bambu dan langsung ditabrak. Akibatnya kedua pelaku langsung terjungkal dan luka-luka,” ungkapnya menutup. (SR)

DPRD DPRD