Aksi Debt Collector Meresahkan, Kapolres Perintah Tembak di Tempat

oleh -30 views

SUMBAWA BESAR, SR (28/8/2019)

Praktek debt collector yang melakukan penarikan paksa kendaraan milik masyarakat di jalanan dinilai sangat meresahkan. Sebab prakteknya mirip dengan aksi perampokan. Hal ini menjadi perhatian sejumlah pihak, dan mendorong Wakil Bupati Sumbawa, Kapolres, Dandim 1607 dan Ketua DPRD Sumbawa menggelar pertemuan sekaligus melakukan kegiatan sosialisasi tentang pencegahan praktek Debt Collector, Rabu (28/8/2019). Kegiatan yang dilaksanakan di Simpang Boak, Jalan Lintas Sumbawa—Bima ini juga menghadirkan tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs H. Mahmud Abdullah mengaku banyak mendapat informasi adanya debt collector yang meresahkan masyarakat. Dengan digelarnya pertemuan di Simpang Boak sebagai salah satu titik rawan debt collector ini akan membuat para debt collector tersebut mengurungkan niatnya untuk kembali kembali masyarakat. “Oknum dari debt collector ini terkadang bertindak tidak manusiawi saat melaksanakan pencabutan kendaraan yang menunggak pembayaran dan kita juga harus mencari siapa yang berada di belakang praktek seperti ini,” kata Wabup yang akrab disapa Haji Mo’, seraya mengharapkan situasi keamanan di wilayah hukum Polres Sumbawa ini dapat terjaga dan mampu mencegah adanya oknum-oknum yang melakukan praktek debt collector.

Kapolres Sumbawa AKBP Tunggul Sinatrio, S.IK MH menyatakan akan bertanggungjawab terhadap keamanan masyarakat terutama dari praktek debt collector. Pihaknya tidak segan-segan melakukan tembak di tempat terhadap debt collector yang meresahkan tersebut. Ia meminta masyarakat berperan aktif memberikan informasi kepada polisi melalui nomor HP Polres Sumbawa sehingga cepat ditindaklanjuti. “Kami tidak akan membiarkan praktek debt collector ini merajalela. Kami akan mengambil tindakan tegas,” tandas Kapolres.

Baca Juga  Satpol PP Tertibkan PKL Depan Bandara dan Karaoke di Taman Kota

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq yang didampingi anggotanya, meminta polisi untuk memetakan titik-titik rawan debt collector. Sebab lokasi praktek debt collector ini hampir menyebar di semua wilayah Kabupaten Sumbawa dan sangat meresahkan. Karena itu Ia sangat sepakat agar adanya tindakan tegas dari aparat kepolisian sehingga keamanan dan ketenangan masyarakat tetap terjaga. “Kami memberikan apresiasi kepada Bapak Kapolres yang telah menginisiasi kegiatan ini dan kita semua mengharapkan tidak ada lagi praktek debt collector di Kabupaten Sumbawa,” demikian politisi dan juga Ketua PDIP Kabupaten Sumbawa ini. (JEN/SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.