Petani Rumput Laut Keluhkan Hasil Panen Menurun 50 Persen

oleh -44 views

SUMBAWA BARAT, SR (21/8/2019)

Salah satu sentra rumput laut terbesar di Kabupaten Sumbawa Barat ada di Desa Kertasari. Setiap tahun ratusan ton bisa dihasilkan. Namun saat ini petani rumput laut mengeluh akibat hasil panennya menurun hingga 50%.

Ditemui SAMAWAREA belum lama ini, Toni salah satu petani rumput laut Kertasari, mengatakan saat ini hasil pertanian rumput laut di DESA KERTASARI sebagian besar rusak disebabkan penyakit busuk batang. Setiap satu ikatan rumput laut yang tersisa hanya setengahnya, lainnya hanyut dibawa air.

Biasanya busuk batang disebabkan oleh cuaca yang tidak menentu. Kadang sangat panas dan kadang sangat dingin. Kadang-kadang juga angin kencang yang mengakibatkan gelombang tinggi. Bisa juga rumput laut hasil panen para petani terkontaminasi dengan air tawar ketika turun hujan. “Kalau kena air tawar akan berwarna putih sehingga talus atau batangnya itu akan rapuh dan putus dengan sendirinya,” keluhnya.

Dikatakan Toni, rumput laut adalah salah satu jenis tanaman yang manja karena tidak dapat hidup di cuaca yang terlalu terik maupun cuaca yang dominan hujan. “Karena sifat rumput laut ini ditanam di dekat permukaan air antara 10 sampai 20 sentimeter. Sehingga, perubahan cuaca yang ekstrim itu sangat berpengaruh,” ujarnya.

Meski demikian kualitas rumput laut tidak terpengaruhi dan juga harga pasaran masih tetap stabil. Hasilnya cukup untuk kembalikan modal dan melakukan penanaman berikutnya. “Semoga saja pada penanaman berikutnya ini cuaca bersahabat,” harapnya. (HEN/SR)

bankntb BPSK
Baca Juga  Gubernur Minta Koki Internasional Didik Anak Muda NTB

No More Posts Available.

No more pages to load.