Bupati Ancam Pecat Guru dan Kepsek Terlibat Politik Praktis

oleh -8 views

SUMBAWA BESAR, SR (21/8/2019)

Bupati Sumbawa HM Husni Djibril B.Sc menyampaikan bahwa pelantikan 173 Kepala Sekolah di lingkup Pemkab Sumbawa, Rabu (21/8) sore tadi merupakan momentum dalam mengawali pelaksanaan tugas baru sebagai pemimpin pada satuan pendidikan SD maupun SMP. Sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 6 tahun 2018 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala sekolah, bahwa kepala sekolah bukan lagi sebagai tugas tambahan tetapi kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas untuk memimpin dan mengelola satuan pendidikan. Kepala sekolah memiliki tugas yang kompleks, yaitu sebagai pemimpin dari organisasi sekolah, manajer, motivator, pendidik, administrator, dan sekaligus sebagai supervisor dari seluruh perangkat organisasi sekolah dalam mencapai tujuan bersama. Kepala sekolah juga merupakan figur yang menjadi contoh dan panutan bagi para guru dan siswa dalam pembentukan karakter, baik dalam hal disiplin, maupun dalam hal etika dan moral. “Saya tidak ingin lagi mendengar adanya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh oknum guru atau kepala sekolah, baik itu pelanggaran disiplin, seperti tidak mengajar pada jam wajib mengajar, maupun pelanggaran moral dan etika pegawai negeri sipil, seperti terlibat dalam kegiatan politik praktis mengingat tidak lama lagi daerah kita akan menggelar pemilihan kepala daerah, atau tindakan-tindakan asusila lainnya seperti perselingkuhan dan pelecehan seksual terhadap peserta didik,” ujar Bupati.

Baca Juga  Interaksi Bakteri Probiotik dan Zat Bioaktif dalam Menjaga dan Menstimulasi Imunitas Tubuh

Khusus yang terlibat politik praktis, Bupati menegaskan tidak segan-segan melakukan pemecatan. Untuk itu ketika ingin bermain politik atau terlibat politik praktis, sebaiknya mundur sebagai ASN.

Dikatakan Bupati yang akrab disapa Haji Husni ini, guru merupakan figur yang menjadi panutan, yang digugu dan ditiru. Guru merupakan tauladan bagi anak didik maupun masyarakat. Karena itu, kualitas pendidikan harus lebih bermutu, agar bisa melahirkan generasi bangsa yang cerdas, berbudi luhur, beriman, bertaqwa dan mampu bersaing di era global. “Saya mengajak kepada seluruh komponen terkait untuk bersama-sama dan kompak dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak kita, agar kelak kita bisa melahirkan insan-insan yang hebat dan bermartabat, yang berguna bagi agama, daerah dan bangsa, bahkan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang sukses,” pungkas Bupati. (JEN/SR)

 

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.