Boris: Pentingnya Infrastruktur Telekomunikasi Dalam Era Digitalisasi

oleh -66 views

Dalam Seminar “Fiber Optik untuk Kemajuan Telekomunikasi Indonesia”

SUMBAWA BESAR, SR (20/8/2019)

Presiden Direktur & CEO PT Borsya Cipta Communica (BCC), Boris Syaifullah menjadi Keynot Speaker dalam Seminar bertajuk “Fiber Optik untuk Kemajuan Telekomunikasi Indonesia”. Kegiatan yang digagas PT BCC ini juga menghadirkan tiga pemateri yang berkompeten. Adalah M Aries ZA—Dosen Universitas Samawa (UNSA), yang mengupas tentang “Gerak Ekonomi di Era Disrupsi”. Rachman Ansori (Kadis Kominfotik Kabupaten Sumbawa) diwakili Doni Triwardana, ST–Kepala Seksi Infrastrurtur Teknologi Informasi, yang menjelaskan tentang Regulasi, Antisipasi dan Inovasi Pemerintah di Era Revolusi Industri 4.0. Dan Sinta Essebela (Akademisi Universitas Teknologi Sumbawa) yang menjelaskan mengenai “Dimana Posisi Digitalisasi Kita Sekarang ?”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Tambora sekaligus dirangkaian dengan Workshop dan Training Borsya Cipta Communica (BCC) Angkatan I ini diikuti antusias oleh para peserta dari berbagai latar belakang. Dipandu secara apik oleh Brilyan Anindya Dayfa, kegiatan berjalan sangat menarik dan berbobot.

Sebelumnya kegiatan selama sehari itu dibuka secara resmi oleh Bupati Sumbawa yang diwakili Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa, Dr. Drs. M. Ikhsan Safitri M.Sc. Dalam sambutannya Doktor Can—akrab pejabat ini disapa, mengapresiasi digelarnya kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat. Terlebih lagi pada pra acara diputar video profil BCC—perusahaan fiber optic yang lahir dan berkembang pesat berkat tangan dingin seorang Boris Syaifullah–putra asli Sumbawa kelahiran Labuan Kuris Kecamatan Lape, dan telah menunjang perubahan besar di era digital saat ini. Kini perusahaan yang berkantor pusat di kawasan bisnis terpadu, Kopo Bizzpark Bandung Jawa Barat tersebut telah menguasai pasar tidak hanya nasional tapi juga pasar internasional. “Video itu bisa menggugah dan menginpirasi kita semua, betapa keberhasilan itu bisa diraih oleh siapa saja,” kata Doktor Can.

Baca Juga  HIPMI Siap Fasilitasi Pemda Soal Maskapai Penerbangan

Ia berharap kegiatan yang sangat penting ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, terlebih negara ini menyediakan ruang yang cukup besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sebagaimana yang menjadi visi besar pemerintahan Husni Mo yakni terwujudnya masyarakat Sumbawa yang berdaya saing dan mandiri. “Itu semua tidak bisa dicapai manakala kita tidak mempunyai cukup pengetahuan, skill, dan karakter yang mumpuni. Karena itu kami menyambut baik kegiatan ini, tentu saja dihajatkan agar wawasan kita semakin luas,” tandasnya.

Boris Syaifullah, Presiden Direktur & CEO PT Borsya Cipta Communica (BCC)

Sementara Boris Syaifullah yang ditemui di sela-sela kegiatan menjelaskan, Workshop dan Training yang dilaksanakan ini sebagai bentuk konstribusi BCC bagi masyarakat dan daerah Sumbawa. Selain itu kegiatan ini juga untuk memperkenalkan fiber optic secara spesifik, di samping memberikan wawasan terkait pentingnya infrastruktur telekomunikasi dalam era digitalisasi ini. “Selama 5 tahun mungkin lebih, saya bergerak di bidang telekomunikasi, banyak orang-orang mengenal fiber optic itu secara global, bahkan lebih parah, ada yang mengira saya membuka perusahaan kacamata ketika mulai merintis BCC,” ungkap Boris yang baru saja terpilih sebagai Ketua Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi (Apnatel) Provinsi Jawa Barat ini.

Hal inilah yang harus diperjelasnya, mengingat Indonesia dari tahun 2010 sudah digelar palapa ring yaitu kabel untuk menyatukan Nusantara. “Itulah namanya infrastruktur telekomunikasi. Apalagi kita sekarang berbicara smart city dan lainnya, sedangkan infrastruktur kita belum menunjang. Dan itu menjadi PR kita semua terutama Dinas Kominfotik,” ujarnya.

Baca Juga  Banjir dan Longsor Melanda Sebagian Sumatera Barat, 2 Tewas

Dengan adanya kegiatan ini lanjut Boris, minimal masyarakat mengetahui apa itu fiber optic. Kebetulan BCC adalah perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi khususnya industry fiber optic. Dari 22 perusahaan penyuplai material Telkom Akses, BCC masuk dalam tiga besar nasional dan mendapat penghargaan pembayar pajak Kota Bandung.

Ia berharap ke depan, BCC dapat bekerjasama dengan tim yang ada di NTB dan menjadi garda terdepan pembangunan infrastruktur di NTB ini. Minimal dari kegiatan Workshop dan Training BCC Angkatan I, ada 5 peserta terbaik dari 30 peserta untuk direkrut menjadi karyawan tetap BCC. “Kami juga berharap muncul perusahaan dari anak-anak yang kita latih hari ini untuk kemudian bermitra dengan BCC dalam upaya membangun infrastruktur pertelekomunikasian khususnya di wilayah Indonesia bagian Timur,” pungkasnya. (JEN/SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.