Jual Beli Kawasan Hutan, Oknum Pengusaha Bakal Terjerat Hukum

oleh -136 views
Salah satu data dalam laporan jual beli kawasan hutan

SUMBAWA BESAR, SR (5/8/2019)

Kasus dugaan jual beli lahan di dalam kawasan Hutan Produksi Tetap (HPT) berlokasi di jalan lintas Sumbawa–Bima Kilometer 8, kini berada di tangan pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa. Hal ini setelah secara resmi dilaporkan salah seorang warga, Senin (5/8/2019). Laporan itu diterima Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Putra Riza Akhsa Ginting, SH. Dalam berkas laporannya menyebutkan ada oknum pengusaha terindikasi melakukan transaksi jual beli tanah dalam kawasan HPT tersebut. Kasus jual beli lahan di kawasan hutan itu terkuak setelah sebuah perusahaan (UD. TH) mengajukan keberatan dan pengaduan ke DPRD Sumbawa. Pengaduan ini terkait dengan izin-izin dari perusahaan berinisial PT. CRA di KM 8 Jalan Lintas Sumbawa-Bima, mengingat keberadaan perusahaan itu berdampak pada lingkungannya. Atas pengaduan ini, Komisi terkait dari DPRD Sumbawa turun lapangan melakukan peninjauan. Selain itu, Komisi juga melakukan hearing dengan stakeholder. Hasilnya, diketahui bahwa sertifikat lahan milik PT. CRA masuk ke dalam kawasan HPT. Hal ini dibenarkan oleh BPN Sumbawa, KPH Batu Lanteh dan Bagian Hukum Setda Sumbawa. Sertifikat lahan tersebut juga tidak terbit atas rekomendasi pihak kehutanan.

Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi SAMAWAREA melalui Kasi Intel Kejari Sumbawa, Putra Riza Akhsa Ginting SH mengakui adanya laporan itu. Laporan ini menurut Putra, akan dipelajari untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai ketentuan. “Kami baru terima laporan itu tadi siang, tentunya kita buat telaahan terlebih dahulu,” ujarnya. (SR)

 

bankntb BPSK
Baca Juga  Ahmad Junaidi: Sterilkan Lahan Blok Sebasang !!

No More Posts Available.

No more pages to load.