Talifuddin: Jabatan itu Amanah, Saya Siap Bekerja Lebih Baik dari Sebelumnya

oleh -16 views

SUMBAWA BESAR, SR (30/7/2019)

Mutasi yang dilakukan pemerintahan HM Husni Djibril B.Sc—Drs. H. Mahmud Abdullah belum lama ini menjadi fenomenal. Sebab di dalam gerbong mutasi itu tercatat nama Ir. Talifuddin M.Si—Kadis Pertanian yang digeser menempati jabatan baru sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan. Pencopotan Talifuddin dari Kadis Pertanian ini mendapat sorotan dan pembicaraan hangat sejumlah kalangan. Sebab mutasi terhadap pejabat itu sudah menjadi target bupati menyusul rencana Talif mencalonkan diri sebagai Bupati Sumbawa melalui jalur independen. Talif dianggap sejumlah kalangan bakal menjadi saingan terberat calon incumbent.

Ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/7) kemarin, Talifuddin mengatakan tidak akan mengomentari motif mengapa dirinya dicopot dari jabatan Kadis Pertanian dan diberikan Jabatan Staf Ahli Bupati. Ia hanya menyatakan sebagai aparatur sipil negara siap melaksanakan tugas dimanapun dia ditempatkan. “Sebagai bawahan kita sami’na wa atho’na. Apapun jabatan yang diberikan pimpinan harus mampu dilaksanakan dengan baik. Sebab jabatan itu bukan penghormatan, melainkan amanah,” ujar Talif.

Ia menilai jabatan staf ahli Bupati yang disandangnya saat ini adalah yang terbaik. Karena itu dia siap bekerja lebih baik dari jabatan sebelumnya. Apapun itu, sambung Talif, harus disikapi dengan prasangka yang baik. “Berprasangka baiklah terhadap apa yang kita alami saat ini karena bisa jadi Allah telah merencanakan dan menyiapkan yang terbaik bagi kita di masa depan. Sebab boleh jadi kita membenci sesuatu, padahal ia amat baik kita, dan boleh jadi kita menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kita, karena Allah lebih mengetahui, sedangkan kita tidak mengetahui,” kata Talif.

Baca Juga  Doktor Zul: DPP PKS Meminta DPW PKS NTB Segera Berkomunikasi Dengan TGB

Disinggung mengenai gencarnya sosialisasi paket Talif—Sudirman, mantan Kadis Peternakan Kabupaten Sumbawa ini mengaku tidak menyangka sejauh itu. Sosialisasi itu mungkin bentuk euphoria publik terhadap kabar pencalonannya maju di suksesi Pilkada 2020. “Itu mungkin respon publik, ini di luar dugaan saya dan bukan permintaan saya untuk pasang baliho dan lain-lain. Katanya mereka itu bikin sendiri. Saya sampai sekarang masih sebagai seorang ASN yang secara aturan tidak diperkenankan terlibat politik praktis,” pungkasnya. (JEN/SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.