Digandeng LSO, Kelompok KKN UTS Tanam 1000 Mangrove di Labuhan Mapin

oleh -16 views

SUMBAWA BESAR, SR (26/7/2019)

Data The World Atlas of Mangroves tahun 2018 menyebutkan Indonesia memiliki kawasan hutan mangrove seluas 3 juta hektar atau 20% dari total luas kawasan hutan mangrove dunia yang mencapai sekitar 15 juta hektar. Hutan mangrove bermanfaat besar bagi penduduk Indonesia yang mencapai 40%-50% tinggal di daerah wilayah pesisir, yakni mencegah abrasi dan tsunami, serta peresapan air laut dan limbah tambak. Karenanya, upaya-upaya pelestarian hutan mangrove perlu terus digalakkan karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak pantai.

Mengingat manfaatnya yang begitu besar, perlu peran serta seluruh elemen bangsa untuk bahu-membahu memberikan kontribusi dalam rehabilitasi dan pelestarian hutan mangrove. Selasa 22 Juli 2019, Lim Shrimp Organization (LSO) menggandeng kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) di Desa Labuhan Mapin melaksanakan kegiatan penanaman 1000 bibit mangrove. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok KKN UTS Labuhan Mapin tersebut merupakan wujud kolaborasi antara idealisme seorang mahasiswa dalam mewujudkan kepeduliannya terhadap lingkungan serta wujud realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Penanaman pohon mangrove ini dihadiri Kabid dari Dinas Lingkungan Hidup (LHK) kabupaten Sumbawa, KPH Puncak Ngengas-Batu Lanteh, perwakilan Balai Konservasi dan Sumber daya Alam (BKSDA) Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Kecamatan Alas Barat, Kapolsek Alas Barat, Pemerintah Desa Labuhan Mapin, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Labuhan Mapin, peserta pelajar SMP dan SMA se-Alas Barat serta masyarakat dan pemuda setempat.

Baca Juga  JK: Bencana Nasional dan Bencana Daerah Tidak Ada Bedanya

Jataba Boy Saputra, S.Pd, SH–perwakilan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kabupaten Sumbawa dalam kesempatan itu memberikan penyuluhan tentang manfaat mangrve bagi masyarakt pesisir dan bagi ekosistem laut. “Kegiatan ini merupakan sebuah gebrakan besar yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UTS selaku inisiator dan salah satu wujud kepedulian perusahaan LSO kepada lingkungan,” ungkap Boy Saputra.

Dikatakannya, Mangrove merupakan benteng alami yang paling ampuh dalam mencegah bencana berupa abrasi dan tsunami. Selain itu mangrove juga menyerap limbah pabrik tambak yang kemudian menyebabkan terjaganya ekosistem di laut. Sebanyak 1000 bibit mangrove ditanam di wilayah pesisir barat Desa Labuhan Mapin yang merupakan muara sungai jalur pembuangan dari tambak. “Diharapkan upaya ini akan memberikan dampak positif bagi kelangsungan fungsi ekosistem secara sosial ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di Labuhan Mapin,” harap Ketua kelompok KKN UTS Labuhan Mapin. (SR)

 

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.