Rute Sumbawa—Surabaya Segera Dibuka, Gubernur Lobi Ijin “Jatra” ke Kemenhub  

oleh -29 views

MATARAM, SR (24/7/2019)

Pelabuhan Badas Kabupaten Sumbawa akan menggeliat hebat. Pasalnya tidak lama lagi rute Badas Sumbawa—Surabaya akan dibuka dengan beroperasinya kapal penumpang “Jatra”. Sinyal positif ini terungkap dari pertemuan silaturahim Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah., SE., M.Sc dengan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi didampingi jajaran Direksi, di Kantor ASDP Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Dalam pertemuan dengan sahabat lamanya itu, Gubernur akan diberikan kapal besar dari Surabaya langsung ke Pelabuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. “Alhamdulillah setelah ada kapal Legundi dari Surabaya langsung ke Lembar kita akan dikasih Kapal Besar juga dari Surabaya langsung ke Labuhan Badas Sumbawa,” kata Doktor Zul—akrab Gubernur disapa.

Kapal besar yang menuju Sumbawa ini sebut Gubernur, bernama Jatra. Untuk mempercepat beroperasinya kapal itu ke Sumbawa, saat ini Ia sedang meminta ijin  track dari Kemenhub. “Doakan agar segera keluar ijin dan bisa beroperasi,” ujar Gubernur.

Di bagian lain Gubernur ASDP juga akan mengoperasikan Kapal Pesiar dari Labuan Bajo NTT langsung ke Pulau Moyo. Ia berharap keberadaan kapal pesiar dan kapal penumpang itu akan membantu menggeliatkan pariwisata NTB. “Kalau Kapal besar ini beroperasi dari Surabaya langsung ke Badas ini akan membantu mengurangi banyak kemacetan di Pulau Lombok. Karena Ratusan truck yang biasa lalu lalang per hari bisa naik kapal langsung Surabaya-Badas,” ungkapnya.

Baca Juga  KKN UTS Jadikan Desa Simu Sentra Produksi Pengolahan Ikan Mujair

Setelah pertemuan dengan Direktur ASDP, Gubernur tak menunggu lama, langsung bertolak ke Jakarta menemui Dirjen Perhubungan Laut dan Dirjen Perhubungan Darat untuk penyelesaian ijin track kapal besar Jatra dari Surabaya ke Labuan Badas. Kepada Dirjen, Gubernur menyampaikan beberapa hal, di antaranya mengenai peluang dibukanya jalur “long distance “ferry” dengan rute, Surabaya ke Badas, Sumbawa. Pada sisi konektivitas antar destinasi wisata favorit, juga direncanakan kemungkinan tersambungnya destinasi wisata di Labuan Bajo-Pulau Moyo, dengan mengoperasikan kapal pesiar. Pada destinasi di pulau-pulau kecil (Gili) yang ada di Lombok dan Sumbawa, akan terhubung dengan kapal pelayaran rakyat (Pelra) yang merupakan kapal bantuan dari Kementerian Perhubungan RI. “Insya Allah segera keluar ijinnya,” imbuhnya.

Dikatakan Gubernur, pembangunan memang mensyaratkan mobilitas manusia dan barang. Dengan dimulainya pelayaran Kapal Besar dari Surabaya ke Badas Sumbawa akan membuat dinamika baru di perekonomian lokal. (SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.