Pecut Sikap Kritis, IKPMS-M Gelar Diskusi Ideologi Mahasiswa

oleh -24 views

MALANG, SR (22/7/2019)

Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumbawa Malang (IKPMS-M) menggelar diskusi ideologi, Jumat (19/7) kemarin. Bertempat di Sengkaling, Kecamatan Dou, Malang, kegiatan yang diisi oleh Dr. Abdul Aziz SR sebagai pemantik diskusi ini mengambil tema “Ideologi dan Re-aktualisasi Peran Fungsi Mahasiswa”.

Khairul Amri–Pengurus IKPMS-M menjelaskan bahwa tema tersebut sebagai bentuk kepedulian IKPMS-M terkait melemahnya gerakan kemahasiswaan. Menurut Amri, kegiatan ini sejatinya adalah restorasi mental yang digalang sebagai pecutan awal oleh Mahasiswa Sumbawa-Malang kepada mahasiswa secara umum, terkhusus Kader IKPMS-M itu sendiri. “Mungkin bisa dikatakan ini sebagai aksi nyata kami, meskipun masih dalam bentuk dialog interaktif semacam ini. Tapi kami yakin seiring berjalannya waktu, idealisme itu akan tertanam kembali,” cetusnya.

Dalam diskusi yang berlangsung kurang lebih dua jam ini, Abdul Azis menegaskan bahwa ideologi adalah proses radikal yang wajib ada dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Terkadang makna kata radikal itu disalah-artikan oleh masyarakat. Padahal radikal adalah proses berfikir yang mendasar sampai ke akar permasalahan yang dihadapi.

Menurut Dosen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (UB) ini, menjadi radikal artinya menjadi kritis. Dengan menjadi kritis manusia akan menemukan apa itu ideologi serta memahami nilai-nilai ideologis yang ada. Ia berpendapat bahwa seharusnya mahasiswa mampu memahami peran dan fungsinya sebagai agen perubahan sebagaimana tuhan telah memberikan kemampuan bernalar bagi mereka-mereka yang berkesempatan berpendidikan. Karena dalam peran dan fungsi itulah muatan ideologis itu bersemayam. “Orang yang tidak memanfaatkan kemampuan bernalarnya sama dengan kufur nikmat,” terang Aziz.

Baca Juga  BSNP Dibubarkan, Anggota Komisi X DPR RI FPKS: Mubazir dan Sembrono

Rusdainto AR, salah seorang peserta diskusi menambahkan bahwa demi adanya karakter kritis tersebut, kalangan muda membutuhkan kemauan yang lebih dalam mengeksplor diri dan teknologi yang ada. Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang ini juga menekan pentingnya ruang dialektika bagi mahasiswa untuk mengasah intelektualitas dan beradu diksi dalam diskusi, sebelum akhirnya matang dalam pergerakan.

Diskusi kemudian mengerucut pada beberapa aspek teknis permasalahan sosial yang ada. Aldo Septa Nugraha, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi UMM misalnya. Ia mencoba menerka bahwa salah satu permasalahan sosial yang mendasar menurutnya adalah masalah ekonomi, sehingga muncullah permasalahan lainnya sebagai efek domino. Dalam pemaparannya Aldo mempertanyakan bahwa seharusnya dengan adanya koperasi rakyat, masalah ekonomi untuk beberapa persen mampu tertanggulangi. Namun menurut pemateri, semua permasalahan bukan hanya berpatok pada sistem, melainkan sejauhmana perhatian mahasiswa terutama pemerintah terhadap hal tersebut.

Diakhir diskusi, moderator membacakan kesimpulan bahwa keberadaan ideologi menentukan hidupnya idealisme. Untuk memperoleh idealisme, diperlukan sikap kritis dalam bernalar. Sebagai imbas, perubahan sosial serta gagasan yang inovatif akan menjadi realisasi yang selalu diidam-idamkan oleh masyarakat. (SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.