Sumbawa Surplus Listrik 40 MW

oleh -28 views

SUMBAWA BESAR, SR (10/7/2019)

Beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Minyak dan Gas (PLTMG) di Kecamatan Badas berkapasitas 50 Mega Watt (MW) memberikan konstribusi keandalan kelistrikan di Kabupaten Sumbawa. Keandalan ini semakin diperkuat dengan beroperasinya Gardu Induk untuk transmisi SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) dari Labuan Sumbawa—Kecamatan Empang, dan Empang ke Dompu, serta sedang diupayakan transmisi Labuhan Sumbawa—Alas, menjadikan Kabupaten Sumbawa mengalami surplus listrik.

Manager PLN Area Sumbawa, Hamzah Hasanuddin yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/7), mengakui bahwa daya mampu kelistrikan di Kabupaten Sumbawa sudah mencapai sekitar 80-an MW. Sementara beban listrik untuk melayani seluruh pelanggan hanya 40 MW. Artinya surplus listrik ada sekitar 40 MW. Secara bisnis ungkap Hamzah—akrab teknokrat muda ini disapa, bertambahnya daya dan surplus listrik ini membuat PLN Sumbawa memiliki target penjualan. Karena itu Ia berharap mendapat tambahan pelanggan potensial lebih banyak lagi. Misalnya pelanggan dari kalangan pengusaha untuk pengembangan usahanya, serta pelanggan rumah tangga dan developer. “Kami siap melayani secara prima, pengurusannya dipermudah dan dipercepat,” janji Hamzah.

Terkait keandalan listrik, Hamzah mengatakan selain tambahan kapasitas 50 MW dari PLTMG Badas, maupun beroperasinya Gardu Induk (GI) transmisi Labuan—Empang—Dompu, minggu kemarin juga sudah dilakukan ujicoba interkoneksi antara Bima dan Sumbawa. Dengan interkoneksi ini dua daerah dalam satu daratan ini bisa saling mengisi dari sisi suplay. Tentunya interkoneksi tersebut membuat suplay listrik besar, tegangan listrik baik dan keandalan listriknya bagus. “Tinggal kita menjaganya saja,” imbuhnya.

Baca Juga  Jenazah Masita TKI Asal Sumbawa Masih di Saudi

Jika memang terjadi surplus listrik lalu mengapa masih terjadi pemadaman ? Menjawab hal itu, petinggi PLN Sumbawa ini menjelaskan, surplus berkaitan dengan masalah suplay listrik yang berhubungan dengan defisit. Surplus listrik tidak menjamin tidak adanya pemadaman. Sebab pemadaman itu terjadi karena adanya gangguan. Gangguan ini bisa terjadi secara mendadak karena faktor alam dan faktor teknis di mesin pembangkit. Atau juga adanya pemeliharaan jaringan yang dilakukan secara rutin. Namun demikian setiap terjadinya pemadaman akan dievaluasi. PLN memiliki sistem proteksi sehingga setiap kejadian terus dievaluasi dan dilakukan kajian. “Yang jelas, setiap ada pemadaman komitmen kami meresponnya secara cepat, kita evaluasi dan pelajari gangguan tersebut untuk kemudian dilakukan perbaikan-perbaikan,” pungkasnya. (JEN/SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.