Jorok Unter Iwis Resmi Jadi Desa Hijau

oleh -50 views

SUMBAWA BESAR, SR (25/6/2019)

Bupati sumbawa HM. Husni Djibril, B.Sc didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa  Hj. Amien Rahmani Husni Djibril membuka secara resmi Festival Pesona Olat Ojong II yang dirangkaikan dengan launching Desa Jorok Kecamatan Unter Iwes sebagai desa hijau, Senin (24/6) sore. Turut hadir Kapolres Sumbawa, Pimpinan OPD, Ketua UPT se-Kecamatan Unter Iwes, Kades, BPD, LPM, toma dan toga.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa pengembangan sektor pariwisata dalam mendorong perekonomian di desa sangatlah penting dilakukan. Banyak hal yang dapat menambah penghasilan penduduk desa. Menanam sayuran, mengolah sawah, memerah susu sapi, kerbau ataupun kuda, menyusuri jalan setapak dan sungai adalah aktifitas yang bisa dijual kepada penduduk kota dan turis asing. Itu semua dapat dilakukan bila didukung dengan lingkungan yang bersih dan asri. Di samping itu, dengan pencanangan sebagai desa hijau akan terus menjadikan Desa Jorok sebagai pusat berbagai bibit tanaman. Ke depan dapat menjadi salah satu desa yang akan terus dikunjungi oleh masyarakat luar yang ingin menikmati hijaunya tanaman di dalam perkampungan. Bahkan pengunjung dapat berinteraksi dengan masyarakat pemilik tanaman secara langsung. “Saya berharap pembangunan pariwisata dengan konsep desa hijau ini nantinya akan banyak dikembangkan di desa-desa lainnya di wilayah Kabupaten Sumbawa, tentu dengan kekhasan masing-masing. Sebab, desa hijau selain sebagai upaya membangun lingkungan yang asri juga dapat menjadi konsep pembangunan pariwisata yang berkelanjutan yang memberi dampak sosial, ekonomi maupun kelestarian lingkungan sekitar,” ujar Bupati.

Baca Juga  Penambahan Penerbangan Langsung Penting untuk Capai 4,5 Juta Wisatawan

Di akhir sambutannya, Bupati berharap melalui kegiatan Festival Pesona Olat Ojong ini, seluruh komponen masyarakat Sumbawa khususnya di wilayah Kecamatan Unter Iwes bisa semakin peduli terhadap tata nilai dan seni-budaya Samawa. Kultur atau budaya masyarakat dalam segala segi harus tetap dilestarikan agar hal-hal yang merusak tatanan dan juga lingkungan dapat dihindari. Tidak kalah pentingnya juga adalah semangat kebersamaan dalam mempertahankan citra Kabupaten Sumbawa yang nyaman, aman, dan tertib, serta ciri khas masyarakatnya yang ramah dan bersahabat. Jika hal tersebut dapat dipelihara maka akan berdampak pada meningkatnya daya saing daerah yang akan menunjang pembangunan daerah ke depan.

Sementara itu, Camat Unter Iwes Evi Supiati, S.STP.,M.Si, melaporkan bahwa pelaksanaan Festival Pesona Olat Ojong berlangsung pada tanggal 24–28 Juni 2019 dengan mengangkat tiga tema besar yaitu lingkungan/sampah, generasi muda dan UKM. Tujuan pelaksanaan Festival Pesona Olat Ojong II adalah untuk mengampanyekan gerakan pemilahan sampah dan pengolahan kembali produk sampah, memberdayakan generasi muda yang memiliki potensi besar dan belum terakomodir, mencari akses bagi UKM yang sudah berproduksi baik pada pelatihan, pengemasan maupun pemasaran.

Adapun bentuk kegitan Festival Pesona Olat Ojong di antaranya Festival Desa Hijau yang diselenggarakan pada tanggal 24 Juni pukul 15.30 wita bertempat di Desa Jorok, workshop produk sampah plastik yang diselenggarakan pada 25 Juni di SDN 2 Pelat, Festival Kopi diselenggarakan pada tanggal 25 Juni di Dusun Ai Beta Desa Kerato, nonton bareng Film Filosofi Kopi 2 diselenggarakan pada tanggal 25 Juni malam di Taman Genang Genis Desa Kerato, Festival Kuliner 26 Juni pagi di Taman Kerato Desa Uma Beringin. Kemudian workshop pada 27 Juni di Lapak Bypass Desa Nijang, stand UKM serta pertunjukan dan teater Aidah Sumbawa pada 28 Juni 08.30 Wita di Lapangan Sering Atas Desa Kerato.

Baca Juga  Kawasan Bebas Riba Dilaunching di KSB, Wabup: Harus Konsisten

Tujuan launching Desa Jorok sebagai desa hijau, ungkap Evi, merupakan rancangan kedepan untuk Desa Jorok sebagai suatu branding menuju desa wisata. Terdapat banyak permasalahan di dalam desa, salah satunya sampah. Padahal Jorok mempunyai potensi air yang luar biasa dan sebenarnya jika mampu dimaksimalkan akan menjadi income bagi desa. Contoh yang dapat dilihat adalah pemanfaatan potensi air untuk rumah bibit, tempat pembibitan bagi tanaman sayur mayur dan masyarakat Jorok sudah mulai memelihara tanaman di depan rumah maupun di halaman masing-masing. Dan dengan launching ini sebagai motivasi bagi masyarakat untuk senantiasa menjaga desa agar tetap hijau. (SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.