Husni—Mo Akhiri “Wacana Warisan”, RSUD Sumbawa Mulai Dibangun

oleh -28 views

SUMBAWA BESAR, SR (24/6/2019)

Pembangunan RSUD Sumbawa yang representatif kini tidak sekedar menjadi “wacana warisan” pemerintahan Kabupaten Sumbawa dari periode ke periode. Wacana itu diakhiri tepat tiga tahun pemerintahan HM Husni Djibril B.Sc—Drs. H. Mahmud Abdullah. Kesuksesan tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, bersama Bupati Sumbawa, Wakil Bupati Sumbawa, dan Kadis Kesehatan Provinsi NTB, sekaligus peletakan batu pertama “Ground Breaking” pembangunan RSUD Sumbawa di Jalan Raya Sering, Desa Kerato Kecamatan Unter Iwis, Senin (24/6/2019). Ikut mendampingi Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa Hj. Amien Rahmani, Direktur RSUD Sumbawa dr. Dede Hasan Basri, Kapolres AKBP Tunggul Sinatrio SIK MH, Kajari Iwan Setiawan SH MH, Dandim 1607 Sumbawa Letkol Inf Samsul Huda S.IP M.Sc,  Penjabat Sekda Dr. H.M. Ikhsan M.Pd, Ketua Komisi DPRD Sumbawa Syamsul Fikri S.Ag M.Si dan Ketua Komisi IV Ida Rahayu SAP. Sebelumnya rombongan Kemenkes meninjau RSUD Sumbawa lama yang berada di Jalan Garuda. Mereka melihat kondisi gedung, ruangan, maupun pelayanan dan penanganan pasien sebagai sebuah pembenaran bahwa RSUD Sumbawa tersebut layak direlokasi di tempat yang baru saat ini.

Dalam sambutannya, Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Dr. dr. Ina Rosalina Padan, SP.,AK.,M.Kes.,M.H.Kes, menyampaikan bahwa keberadaan RSUD Sumbawa berdasarkan master plan, merupakan rumah sakit tipe C dan harus meningkat menuju tipe B. Seiring peningkatan tipe RSUD, harus diikuti dengan peningkatan kualitas SDM. Misalnya, dengan meningkatnya jumlah dokter spesialis, dan pasien safety yang harus dijaga, perkembangan mutu pelayanan, serta harus memiliki fungsi sosial, dengan tetap peduli kepada rakyat khususnya masyarakat miskin yang kurang mampu. Kemenkes RI kata dr Ina, mendukung penuh relokasi RSUD Sumbawa, dan akan memberikan dana sesuai dengan kebutuhan. Terkait masalah dana, dihimbau kepada Pemkab Sumbawa untuk segera mengusulkan bantuan dana sesuai dengan kebutuhan dan data yang ada. Menteri berharap agar pengerjaan RSUD Sumbawa dapat berjalan tepat waktu dan sesuai konsep yang telah direncanakan.

Baca Juga  Presiden Jokowi Tiba di Bandara Internasional Lombok

Sementara itu, Bupati Sumbawa HM Husni Djibril, B.Sc dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan proses pembangunan atau relokasi RSUD Sumbawa pada lokasi yang baru dengan luas tanah sekitar 8 hektar di Jalan Sultan Kaharuddin, Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa dimulai pada tahun 2017, yang diawali dengan penyusunan feasibility study dan master plan. Berdasarkan master plan, RSUD Sumbawa merupakan rumah sakit type C menuju type B. Penyusunan DED RSUD Sumbawa ini termasuk dokumen Amdal dan pematangan lahan telah dilakukan pada tahun 2018, dan pada tahun 2019 ini dilakukan penyusunan Andalalin.

Pembangunan RSUD Sumbawa tahap pertama dilaksanakan pada tahun 2019 dengan luas bangunan sekitar 4.399 meter persegi dengan biaya yang tersedia untuk pembangunan tahap I sebesar Rp 35.127.888.000. Dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Sumbawa, pembangunan RSUD Sumbawa pada tahun 2020 mengusulkan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai usulan sebesar Rp 224,7 miliar, sedangkan dari APBD Kabupaten Sumbawa dianggarkan Rp 100 Milyar. “Mohon doanya kepada seluruh masyarakat Sumbawa agar pembangunan RSUD ini dapat berjalan lancar dengan anggaran 350 milyar rupiah. Mimpi dan semangat saya sebagai pimpinan daerah untuk membangun Sumbawa tidak pernah bergeser demi menghadirkan fasilitas pelayanan kesehatan yang refresentatif dan layak bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur RSUD Sumbawa dr. Dede Hasan Basri melaporkan tentang sejarah singkat RSUD Sumbawa yang berdiri sejak tahun 1950 dengan luas lahan 8.120 meter persegi dan luas bangunan 6.876 meter persegi. Adapun jumlah SDM sebanyak 551 orang, terdiri dari PNS sebanyak 286 orang dan non PNS 265 orang. RSUD memiliki 22 dokter spesialis, terdiri dari 8 spesialis dasar, yaitu spesialis penyakit dalam 2 orang, spesialis anak 2 orang, spesialis bedah 2 orang, dan spesialis kandungan 2 orang. Dan untuk spesialis penunjang sebanyak 14 dokter, yaitu Spesialis Patologi Klinik 1 orang, Spesialis Radiologi 1 orang, Spesialis Anestesi 1 orang, Spesialis Kesehatan Jiwa 1 orang, Spesialis Mata 1 orang, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah 1 orang, Spesialis Syaraf 1 orang, Spesialis Orthopedi 1 orang, Spesialis Kesehatan Gigi Anak 1 orang, Spesialis Konservasi Gigi 1 orang, dan Spesialis Protodonsia 1 orang.

Baca Juga  Semalam Bertambah 23 Positif Covid, Semua Kecamatan di Sumbawa Zona Orange

Dokter Dede—akrab Direktur RSUD Sumbawa disapa juga melaporkan upaya peningkatan kinerja pelayanan yang telah dilakukan RSUD Sumbawa dalam kurun waktu 1 tahun. Telah dikembangkan inovasi-inovasi baru, seperti pembukaan pelayanan baru Poli VVIP, Poli Geniatry, dan Poli Medical (pelayanan CTKI-menggunakan sistem komputerisasi tenaga kerja luar negeri-SISKOTKLN dan pelayanan vaksinasi minginitis influenza calon jamaah umroh), perawatan jiwa dan rehabilitasi narkoba, serta menyediakan peralatan medis sesuai tuntutan perkembangan teknologi yang secara langsung mempengaruhi peningkatan kinerja pelayanan. Antara lain jumlah pasien rawat jalan rata-rata per hari sebanyak 150-200 pasien, meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya, pasien rawat inap rata-rata per hari sebanyak 100-150 pasien, tempat tidur yang tersedia 135 unit, dengan BOR sebesar 102,94 persen. Dengan indeks kepuasan masyarakat meningkat 15 persen, dan penerimaan pendapatan RSUD Sumbawa, terdapat kenaikan sebesar 7 persen dari tahun sebelumnya.

Adapun tahapan pembangunan atau relokasi pada tahun 2019 adalah review Detail Engineering Design (DED), analisis dampak lalu lintas (Andalalin), IMD, lelang di ULP, dan pembangunan Instalasi Rawat Jalan (IRJ) dengan anggaran melalui DAU sebesar Rp 19.537.760.000 dan pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) melalui DAK Rp 15.590.128.000. Untuk tahun 2020, lanjutan pembangunannya. Dibutuhkan dana mencapai Rp 315 milyar. Dana ini berasal dari DAU sebesar Rp 100 Milyar dan usulan DAK Rp 215 Milyar. (SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.