Bupati Husni Djibril: Bangun RSUD Bukan untuk Kepentingan Dua Periode

oleh -49 views

SUMBAWA BESAR, SR (24/6/2019)

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc menegaskan bahwa pembangunan RSUD Sumbawa senilai Rp 315 milyar yang mulai dilaksanakan Senin, 24 Juni 2019, semata-mata untuk kebutuhan masyarakat. Karena itu Bupati meminta sejumlah pihak tidak mengaitkan pembangunan ini dengan politik terlebih menjelang Pilkada 2020 mendatang. Pembangunan RSUD ini ungkap Bupati, sebagai upaya pemerintah untuk memenuhi pelayanan dasar masyarakat. Ini sudah menjadi mimpinya sejak lama. Saat itu ia masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumbawa, ia sudah mengusulkan kepada Bupati Sumbawa ketika itu, Drs. H. A. Latief Madjid untuk merelokasi rumah sakit. Berbagai upaya dilakukan untuk mendapat dana relokasi dan pembangunan sebesar Rp 77 Miliar ini, mulai dengan mendatangi Kementerian Kesehatan hingga rencana berhutang kepada lembaga investasi negara. Karena hutang berjangka dan pemgembaliannya dibayar Rp 15,5 Miliar per tahun, Bupati Latief Majid pun berpikir panjang karena khawatir hutang ini tidak terbayar saat dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai Bupati. Dengan pemikiran itu, akhirnya relokasi batal terlaksana. Meski batal, namun Haji Husni mengaku bahwa semangatnya untuk merealisasikan ambisi tersebut terus menyala. Hal inilah yang mendorongnya untuk mencalonkan diri menjadi Bupati dan akhirnya bersama Drs. H. Mahmud Abdullah terpilih. Pada tahun kedua jabatannya sebagai Bupati, ia mengumpulkan beberapa perangkat kerja terkait untuk mendorong rencana pembangunan RSUD ini. “Alhamdulillah semangat ini tersambut dengan baik dan kemudian dengan sebuah keberanian langkah-langkah yang saya ambil, wajib dibangun. Maka semua aturan yang mendahului pembangunan ini telah kami lakukan, seperti DED dan lainnya,” katanya.

Baca Juga  Teatrikal “Janur Kuning” Awali Detik-detik Proklamasi di KSB

Tapi hajat besar ini tidak berjalan mulus, tantangan kembali muncul. Sebagian fraksi di DPRD Sumbawa menolak relokasi RSUD. Ternyata Allah masih berpihak padanya karena Ia meyakini tengah memperjuangkan sebuah kebenaran, sesuatu untuk kemaslahatan bersama. Buktinya, RSUD ini mulai dibangun di lokasi relokasi, Jalan Raya Sultan Kaharuddin, Desa Kerato Kecamatan Unter Iwis. “Apa yang saya hajatkan merupakan kebutuhan masyarakat Sumbawa. Jangan beranggapan seolah-olah saya membangun rumah sakit ini untuk menjadi bupati dua periode. Ini tetap hasil Bupati Sumbawa periode pertama, yang merupakan mimpi besar saya sejak puluhan tahun silam,” tukasnya.

Ada beberapa alasan mengapa RSUD harus direlokasi. Disebutkan Bupati, posisi RSUD Sumbawa sekarang berada di pusat layanan pemerintahan atau perkantoran. Sesuai dengan fungsi bangunan, RSUD Sumbawa sebagai layanan sosial yang membutuhkan lingkungan yang aman dan nyaman serta jauh dari kebisingan. Artinya lokasinya sangat tidak sesuai lagi dengan fungsi bangunan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan. Alasan lain, luas lahan yang hanya 8.000 meter persegi sulit untuk dikembangkan. Sebab bangunan yang sudah ada mencapai lebih 6.000 meter persegi. Mengenai lokasi relokasi, Bupati juga menjelaskan mengapa di lahan BBU Sering yang merupakan lahan pertanian produktif. Dalam memilih lokasi tentu tidak sembarangan melainkan berdasarkan hasil kajian yang komprehensif. BBU Sering ini sudah tidak lagi memberikan hasil yang sesuai dengan ketentuan. Bupati bersyukur saat ini sudah tidak ada lagi hambatan maupun polemic terkait dengan pembangunan RSUD di lokasi relokasi tersebut. Ia berharap dukungan semua pihak agar pembangunan ini berjalan lancar. “Mari kita sama-sama mengawal dan mengawasi. Jangan kita biarkan adanya penyimpangan,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.