Menengok Keberagaman Suku di Dusun Sampar Goal Kecamatan Lunyuk

oleh -96 views
Ita Purnamasari

Oleh: Ita Purnamasari (Mahasiswa Semester VI Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu  Pendidikan (FKIP) Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa Besar)

SUMBAWA BESAR, SR (23/6/2019)

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki aneka ragam suku dan budaya. Setiap suku dan budaya memiliki adat-istiadat, bahasa serta kepercayaan yang berbeda-beda. Adapun suku-suku di Indonesia antara lain Suku Jawa, Suku Batak, Suku Dayak, Suku Bugis, Suku Sasak, Suku Sumbawa serta masih banyak lagi suku-suku lainnya. Sebagian besar suku yang ada di Indonesia memeluk agama Islam dan sebagian besarnya juga ada yang memeluk agama Kristen, Hindu, Budha dan lainnya. Keberagaman budaya pun turut serta didukung oleh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang wilayahnya terpisah oleh lautan. Setiap wilayah ditempati oleh suku-suku yang berbeda. Setiap suku memiliki bahasa daerahnya masing-masing, tidak hanya itu setiap suku juga memiliki rumah adat, pakaian adat, senjata tradisional serta tradisi upacara adat yang unik dan menarik. Begitupula dengan kesenian, setiap suku memiliki tarian dan lagu daerahnya masing- masing. Selain itu, masing-masing suku juga memiliki norma sosial yang berbeda yang mengikat masyarakat didalamnya agar selalu taat dengan norma yang berlaku didalam sukunya.

Dusun Sampar Goal merupakan Dusun yang dibentuk dari sebuah Transimigrasi. Dusun tersebut berada di bagian selatan Kabupaten Sumbawa, tepatnya di Kecamatan Lunyuk. Penduduk yang menempati Dusun tersebut berasal dari berbagai etnis yang berbeda seperti Lombok, Jawa, Bali, Bima, Timor-timor dan Sumbawa itu sendiri. Kondisi kehidupan masyarakat di Dusun Sampar Goal yang terdiri dari beberapa etnis yang berbeda dan terjalin dengan baik. Seperti yang dikatakan oleh Bapak Anang Sumantri selaku Kadus di Dusun Sampar Goal, bahwa masyarakat di sana menunjukkan bentuk multi etnis mereka dengan cara yaitu bentuk kerjasama (gotong royong) dan asimilasi. Soekanto dalam Sya’roni (2008) menjelaskan bahwa asimilasi dapat ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan yang ada antara individu-individu dalam kelompok manusia dan lebih berusaha mempertinggi kesatuan tindakan, sikap dan proses mental dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan bersama. Hubungan sosial ini tidak ada sifat saling membenci dan melecehkan antara mereka yang berbeda etnik.

Baca Juga  BOS Triwulan II Siap Dicairkan

Sikap solidaritas juga dimiliki oleh masyarakat disana, seperti yang terlihat bahwa mereka saling berbaur antara Suku Lombok dengan Suku Jawa, Suku Bali dengan Suku Timor-timor begitu juga seterusnya. Mereka tidak menempatkan diri mereka pada etnis mereka masing-masing, namun mereka saling bertetangga. Itulah salah satu contoh kerukunan yang dibangun oleh masyarakat yang ada di Dusun Sampar Goal saat ini. Pada saat ada upacara keagamaan, mereka  pun saling menghargai dan tidak saling mengganggu. Mereka sangat menghargai dan menghormati perbedaan yang ada mulai dari bahasa mereka, agama dan suku mereka sendiri. Kehidupan masyarakat disana jarang terjadi konflik antar etnis, karena mereka sangat menjunjung tinggi nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi aturan dan disiplin yang telah dibuat dalam Dusun Sampar Goal tersebut. Tidak hanya itu, mereka juga sangat menjunjung tinggi semboyan dari bangsa kita yaitu “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tapi tetap satu.

Masyarakat disana melakukan interaksi  menggunakan bahasa Indonesia, akan tetapi terkadang juga diselingi dengan menggunakan bahasa daerah mereka masing-masing meskipun mereka melakukan interaksi dengan masyarakat yang berbeda etnis dengan mereka. Misalnya masyarakat yang asli Sumbawa melakukan interaksi dengan masyarakat Lombok kadangkala menggunakan bahasa Lombok saat berbicara, begitu juga dengan masyarakat-masyarakat yang dari etnis lainnya. Karena dengan cara seperti itu mereka akan merasa lebih dekat satu dengan yang lain.

Baca Juga  Mahasiswa FTB UTS Jadi Pemenang Karya Tulis UNORCID

Dengan melihat peristiwa yang terjadi di Dusun Sampar Goal, besar harapan saya selaku penulis agar masyarakat di Dusun Sampar Goal tetap menjaga kesatuan mereka meskipun mereka berasal dari etnis yang berbeda, karena bagaimana pun kita harus tetap bersatu karena kita satu bangsa. Sebagai Bangsa Indonesia kita harus bisa bersatu padu agar menjadi satu kesatuan yang utuh. Untuk bersatu kita harus memiliki pedoman yang dapat menyeragamkan pandangan kita dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, akan terjadi persamaan langkah dan tingkah laku kita. Kita harus dapat meningkatkan rasa persaudaraan dengan berbagai suku bangsa di Indonesia. (*)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.