Selamat Datang di SMAN 2 Sumbawa, Bambang: Tidak Ada Pungutan Dalam Pendaftaran

oleh -244 views
Bambang Wahyudi

SUMBAWA BESAR, SR (20/6/2019)

Saat ini semua sekolah dari semua tingkatan membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Secara ketentuan, sudah ada jadwal penerimaan. Biasanya, ada sekolah yang justru ‘curi star’ membuka pendaftaran secara diam-diam. Indikasinya, saat dimulainya pembukaan pendaftaran, banyak sekolah yang menolak sebagian besar pendaftar dengan alasan sudah full, atau formulir pendaftaran sudah habis, dan beragam alasan lain. Padahal pendaftaran baru dibuka. Masalah lainnya yang kerap muncul adalah PPDB ini dijadikan ladang bisnis pihak sekolah. Tidak jarang terdengar adanya transaksi jual beli map, formulir, buku hingga seragam sekolah. Mirisnya lagi, siswa bisa diterima setelah menyerahkan sejumlah uang. Namun semua praktek tersebut sepertinya tidak berlaku di SMA Negeri 2 Sumbawa. Di sekolah favorit dan sarat prestasi ini, tidak diperkenankan adanya biaya pendaftaran, apalagi jual beli map maupun formulir. Semuanya gratis dan diberikan secara cuma-cuma. Bahkan sekolah telah menyiapkan volunter atau relawan yang siap membantu orang tua wali murid yang gagap IT untuk dapat mendaftarkan anak-anaknya secara online.

Ketua Panitia PPDB SMAN 2 Sumbawa Tahun Ajaran 2019/2020, Bambang Wahyudi yang ditemui SAMAWAREA, Kamis (19/6), mengatakan bahwa pendaftaran peserta didik baru mengacu pada aturan yaitu berjalan sesuai amanat UU maupun Juklak dan Juknis yang dikeluarkan Dinas Dikbud Provinsi NTB. Dalam penerimaan siswa baru ini, ada beberapa kategori. Pertama, Jalur Prestasi dengan syarat lulusan SMP/MTs yang memiliki jumlah nilai Ujian Nasional 260 atau memiliki piagam sertifikat/piagam kejuaraan lomba/turnamen yang diselenggarakan oleh lembaga resmi minimal tingkat kabupaten. Siswa berprestasi ini juga yang memiliki hapalan Al Qur’an minimal 3 Juz.  Kedua, jalur “perpindahan tugas orang tua/wali”. Ini bagi siswa yang mengikuti perpindahan tugas orang tuanya. Untuk pendaftaran kategori pertama dan kedua ini dibuka pada tanggal 20—21 Juni 2019. Ketiga, jalur “Pra Sejahtera”. Calon siswa selain persyaratan umum juga melampirkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Program Keluarga Harapan (PKH). Pendaftarannya dibuka pada 25–27 Juni 2019.

Baca Juga  Diluncurkan IISBUD, Beasiswa “Sakiki 100 Kepala Desa” Disambut Antusias FK2D

Selanjutnya, Jalur “Zonasi Umum”. Untuk jalur ini telah ditetapkan zona tempat tinggal calon siswa yang bisa diterima yaitu siswa yang berdomisili di Kelurahan Bugis, Lempeh, Brang Biji, Uma Sima, Desa Labuhan Badas, Karang Dima, Labuhan Sumbawa, Labuhan Aji, Bajo Medang, Desa Pelat, Kerato, Uma Beringin, dan Nijang. Pendafataran jalur ini dibuka pada 3—6 Juli 2019. “Semua jalur melakukan pendaftaran secara online bukan offline. Setiap calon peserta didik wajib melakukan pendaftaran secara online melalui laman http://bptp.dikbud.ntbprov.go.id/ppdb,” ungkap mantan aktivis ini.

Terkait banyaknya tersebar formulir pendaftaran dan isunya diperjualbelikan, Bambang menegaskan itu  bukan dari sekolahnya. SMAN 2 Sumbawa tidak pernah mengeluarkan formulir. Formulir itu sifatnya pribadi calon siswa bersangkutan. Kemungkinan calon siswa mendapatkan formulir itu dari proses pendaftraran online yang dilakukan melalui laman pendaftaran PPDB. “Kalau sampai ada sekolah yang memperjual-belikan formulir, pasti pelanggaran. Dan pastinya bukan dari SMAN 2 Sumbawa,” ujarnya.

Dijelaskan Bambang, Panitia PPDB SMAN 2 Sumbawa dalam proses PPDB tidak memungut biaya sepeserpun kepada seluruh calon peserta didik baru, baik dalam bentuk penjualan maupun hal-hal lainnya. Karena memang instrumen formulir itu sudah langsung ada di situs online yang mereka daftarkan tinggal mereka cetak sendiri. Sekolahnya juga memberikan fasilitas dan bantuan bagi pencetakan formulir tersebut dan tidak dibayar. Bahkan map yang menjadi bagian dalam menerima peserta didik baru akan disediakan sekolah dan berikan secara gratis kepada siswa yang sudah dinyatakan diterima. “Jadi semuanya gratis, malah kita yang mengeluarkan biaya untuk mereka yang mau masuk ke SMA 2 Sumbawa. Kita juga mengerahkan relawan untuk membantu orang tua siswa yang mungkin tidak bisa mengoperasikan IT untuk melakukan pendaftaran anak didiknya secara online. Silakan datang ke sekolah kami, siap kami bantu. Ini yang bisa kami lakukan sebagai panitia dan sebagai pelayan publik. Kami benar-benar ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat Sumbawa bahwa sekolah itu hendaknya menjadi institusi pendidikan yang memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.