Sang Mualaf itu Meninggal Dalam Keadaan Iman dan Islam

oleh -206 views

SUMBAWA BESAR, SR (3/6/2019)

Innalilahii Wainna ilaihi Raaji’un….Keinginannya untuk meninggal dunia dalam keadaan iman dan Islam, akhirnya terwujud. Abdul Munir sang mualaf yang bertekad lebih baik mati sengsara daripada meninggalkan Agama Islam ini, menghadap Ilahi, Ahad (2/6) malam sekitar pukul 23.00 Wita. Munir menghembus napas terakhir saat menjalani perawatan medis selama lebih dari sebulan mulai dari RS Surya Medika PKU Muhammadiyah kemudian dirujuk di RSUP Manambai Abdul Kadir. Munir didiagnosa menderita TBC akut. Jasad Munir dimakamkan siang kemarin di TPU Raberas Kelurahan Seketeng, Kabupaten Sumbawa. “Apapun ikhitar kita, Allah lah yang berkehendak,” kata Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumbawa, Edy Kurniawansyah yang selama ini aktif memonitor kondisi Abdul Munir selama dalam perawatan.

Ia menuturkan sebelum meninggal dunia, almarhum ditemukan dalam kondisi sakit parah di kolong rumah kebun milik salah seorang warga di Lingkungan Raberas Kelurahan Seketeng. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sumbawa pun bergerak cepat untuk memberikan perhatiannya terhadap kondisi Abdul Munir, seorang mualaf asal Sumba NTT ini. Saat itu PD Muhammadiyah yang tergabung dari berbagai unsur di dalamnya seperti Pemuda Muhammadiyah, Panti Asuhan, MDMC dan Lazismu mendatangi Abdul Munir yang terbaring tak berdaya. Saat turun ke lokasi, PD Muhammadiyah menggandeng Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa. Selain itu pihak Baznas Sumbawa juga ikut memberikan perhatiannya. Munir yang badannya terlihat jelas tulang belulang ini langsung dievakuasi ke Rumah Sakit PKU Surya Medika Sumbawa guna mendapat penanganan medis secara intensif termasuk asupan gizi yang memadai. Selama ini untuk memenuhi kebutuhan makan dan minumnya, Munir hanya berharap belas kasih warga setempat. Keberadaan Munir di Sumbawa ini tanpa sanak kerabat. Dia dicampakkan keluarganya di Sumba NTT setelah diketahui menjadi mualaf dan memeluk Agama Islam. Mengingat kondisinya yang kian memburuk, Munir dirujuk ke RS Manambai Abdul Kadir. Penanganan medis di rumah sakit milik Provinsi ini berkat atensi Gubernur NTB. Setelah beberapa minggu dirawat, jiwa Munir tak tertolong. “Almarhum adalah sosok pejuang aqidah karena telah menunjukkan kehebatan dalam mempertahankan Islam di dadanya. “Subhanallah engkaulah mujahid sejati,” ucap Edy menahan haru.

Baca Juga  IRIGASI TETES DAN HAMZAH EMITER

Ia menyampaikan terimakasih kepada para relawan, tim medis, Dinas Sosial dan segenap donatur yang telah berjuang membantu almarhum baik dari segi fisik maupun materi sehingga bisa meringankan bebannya kendati Allah berkehendak lain. “Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan diampuni segala dosa-dosanya,” tutup Edy. (SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.