Keikhlasan Hendri Membantu Abdul Munir, Berbuah Rezeki dan Pujian

oleh -9 views
Hendri warga Raberas, pemilik rumah sawah tempat berteduh Abdul Munir, menerima bantuan dari seorang dermawan yang diserahkan melalui SAMAWAREA

SUMBAWA BESAR, SR (8/5/2019)

Allah akan memberikan rezeki-Nya kepada orang yang dikehendaki. Itulah yang dialami Hendri. Karena keikhlasan dan ketulusannya menolong Abdul Munir—seorang muallaf asal Sumba NTT, Hendri mendapat perhatian dari seorang dermawan. Tanpa menyebut identitasnya, seseorang berhati mulia tersebut memberikan bantuan kepada Hendri. Selain itu dermawan ini juga menyisihkan bantuan untuk Abdul Munir yang kini terbaring di Rumah Sakit Surya Medika PKU Muhammadiyah Sumbawa. Bantuan ini diserahkan melalui SAMAWAREA yang kemudian telah disampaikan secara amanah.

Kepada media ini, dermawan yang enggan menyebutkan namanya, mengaku salut dengan ketulusan Hendri yang membantu Abdul Munir. Menurutnya, di zaman sekarang ini tidak semua orang yang ingin bersusah payah menerima orang yang bukan bagian dari keluarganya, apalagi datang dalam kondisi sakit. Pastinya ini menjadi beban. Namun keikhlasan Hendri, membuat hubungan dan beban itu tak menjadi ukuran. “Inilah yang membuat saya salut dengan sosok Pak Hendri. Bantuan ini sebagai bentuk apresiasi saya atas keikhlasan beliau membantu sesama,” ucapnya.

Hendri yang ditemui di rumah sawahnya, mengaku tak menduga mendapat bantuan tersebut. Pada prinsipnya ia sudah cukup puas bisa membantu sesama, terlebih kepada Abdul Munir yang rela menderita semata-mata mempertahankan keyakinan yang dianutnya saat ini. Ia menuturkan, dia tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan Abdul Munir. Hanya pernah mengenalnya saat Abdul Munir menjaga ternak milik kenalannya. Saat itu Munir terserang stroke. Tangan dan kakinya sulit digerakkan, sehingga membuat Munir tak bisa beraktivitas. Artinya tidak ada penghasilan yang diperoleh Munir meski hanya untuk sekedar makan guna mempertahankan kelangsungan hidupnya. Apalagi Munir adalah seorang muallaf, yang hidup sebatang kara. Munir telah dicampakkan keluarganya setelah mengetahui dia masuk Islam. Keluarganya sempat datang menjemput dan membujuknya pulang dan kembali pada agama yang dianut sebelumnya. Tapi Abdul Munir tetap bertahan dan memilih hidup menderita asalkan tetap dalam iman dan Islam. “Ketika dia datang dalam kondisi sakit, saya langsung menerimanya, asalkan dia hidup bersama kami dengan kondisi apa adanya,” ucap Munir.

Baca Juga  Dua Perusahaan Besar Nasional Survey Investasi di Sumbawa

Selama 7 tahun Hendri mengaku mengurus Munir. Tidak hanya makan dan minum, hampir setiap saat Munir digendong hanya untuk kencing dan BAB. “Sebelumnya dia tinggal bersama kami di dalam kampung. Tapi karena sering kami tinggal pergi ke ladang, Munir kesulitan bangun secara mandiri menuju tempat kecing dan buang air besar. Makanya dia meminta untuk tinggal di rumah sawah. Itupun di kolong rumah, karena kalau di atas rumah, Munir kesulitan naik turun hanya untuk kencing,” ungkap Hendri.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada para dermawan dan Pengurus Muhammadiyah Sumbawa yang memberikan perhatiannya kepada Abdul Munir. Sebab Hendri mengaku tidak memiliki kemampuan secara ekonomi untuk membawa Munir ke rumah sakit. Ia juga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memikirkan kelanjutan hidup Munir pasca penanganan medis. Sebab Munir tidak hanya memiliki sanak keluarga, tapi juga tempat tinggal, disamping secara fisik tidak normal. (SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.