Setelah Audit Kejujuran, Anggaran Pembangunan Pasar Seketeng Menyusut

oleh -79 views
Kondisi Pasar Seketeng pasca kebakaran. Diperkirakan 80 persen terdampak (Foto: Egaryan Saadi)

SUMBAWA BESAR, SR (2/5/2019)

Anggaran Pembangunan Pasar Seketeng Kabupaten Sumbawa menyusut. Awalnya ditetapkan sebesar Rp 83 milyar. Namun setelah dilakukan probity audit (audit kejujuran), anggaran pembangunan pasar termegah ini berkurang menjadi Rp 78 milyar. Artinya terdapat efisiensi Rp 5 milyar.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbawa, Arif Alamsyah, S.STP., M.Si yang dikonfirmasi media ini mengakui hal itu. Saat ini tender Pasar Seketeng baru dimulai. Pengumuman lelang paketnya sudah diumumkan di LPSE Sumbawa pada 29 April lalu. Rencana Detail Engineering Design (DED) pembangunannya sempat direview satu kali. Hasil review itu diminta untuk dipenuhi Probity Audit atau Audit Integritas (audit kejujuran). Audit ini dilakukan untuk menghindari adanya mark-up harga. Selain itu agar prosesnya dilaksanakan secara konsisten dengan prinsip penegakan integritas kebenaran, kejujuran serta memenuhi ketentuan regulasi. “Maksudnya, setiap tahapan dan semua proses itu menjadi lebih akuntabel. Sebagai bukti bahwa Bapenda Sumbawa ingin mengikuti semua proses sesuai dengan regulasi,” kata Arif—sapaan birokrat muda low profil ini.

Setelah Probity Audit, sambung Arif, selanjutnya dokumen diserahkan ke Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (UKPBJP) Setda Sumbawa untuk kemudian pengumuman lelangnya ditayangkan. “Jika berjalan lancar, paling cepat tanggal 11 Juni ini pemenang tendernya bisa diketahui,” imbuhnya.

Untuk diketahui, awalnya revitalisasi Pasar Seketeng dilakukan dengan membangun dua blok pasar. Terdiri dari blok A dan B. Setelah Probity Audit, ada efisiensi sehingga bisa diarahkan kembali untuk membangun fondasi dan kolom pada blok A. “Revitalisasi Pasar Seketeng hingga selesai dianggarkan sebesar Rp 83 miliar dengan masa pembangunan 2019 dan 2020. Tapi setelah Probity Audit, anggarannya diefisiensikan menjadi 78 miliar rupiah,” sebutnya.

Baca Juga  BUMDes Maju Masyarakat Makmur

Disinggung mengenai konsultan pengawasan, Arif mengaku tendernya sudah berjalan mengingat tahapan tendernya lebih panjang. Jadi sistem yang digunakan adalah pasca kualifikasi dua sampul. Harapannya, konsultan yang melakukan pengawasan adalah konsultan yang berkualitas. “Peran konsultan ini sangat penting. Karena konsultan inilah yang memandu proses pembangunan secara keseluruhan. Konsultan bisa mengubah metode kerja, juga bertanggung jawab menjaga kualitas, kuantitas dan ketepatan waktu,” demikian mantan Lurah Brang Biji. (SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.