Survey OMI untuk Caleg Kabupaten Tidak Valid dan Tak Bermetodologi !

oleh -2 views
Direktur OMI, Miftahul Arzak, S.Ikom., MA

SUMBAWA BESAR, SR (10/4/2019)

Koordinator Survey Olat Maras Institute (OMI) Miftahul Arzak menegaskan bahwa hasil survey OMI untuk Caleg Kabupaten Sumbawa tidak valid dan tidak bermetodologi. Menurut Miftah yang juga Rektor IISBUD yang dihubungi belum lama ini, tidak validnya hasil tersebut karena dalam persentase hasil survey, OMI membacanya Propinsi bukan kabupaten. Ketika dibaca kabupaten, berarti ada 8 dapil (5 dapil di Sumbawa dan 3 Dapil di KSB) dengan 1.200 responden. Ketika membaca kabupaten berarti 1.200 responden ini dipecah ke 8 Dapil maka pembagiannya tidak merata. Satu Dapil ada yang 100 responden, bahkan dapil lainnya ada yang 80 reponden. “Jadi untuk persentase di tingkat kabupaten sangat tidak valid, karena repondennya sangat kecil, margin errornya sangat besar dan persebarannya tidak merata, serta tidak bermetodologi,” tegasnya.

Lalu mengapa bisa muncul persentase kabupaten padahal yang difokuskan propinsi ? menurut Mifta, itu sebenarnya survey untuk kepentingan salah satu parpol dalam rangka memetakan persebaran suara terbanyak. Artinya untuk kepentingan internal parpol bersangkutan. “Survey itu hanyalah kebutuhan internal partai yang kami survey. Semuanya itu bukan untuk public. Tapi kami tidak bisa menahan oknum-oknum yang menyebarkannya ke publik. Tergantung dari parpol yang bersangkutan, jika ingin menyebarkan ya silakan,” tukasnya.

Survey rielnya adalah untuk propinsi. Sedangkan untuk DPR RI, OMI mengakumulasikan setiap Dapil yaitu Pulau Sumbawa dan Lombok yang dihitung menggunakan sistem santie lague. “Kalau kami ingin survey seluruh tingkatan, termasuk kabupaten itu akan memakan waktu yang sangat banyak dan biaya yang cukup besar. Sehingga yang kami lakukan survey tingkat propinsi, sehingga kami tidak pernah mengambil survey tingkat kabupaten,” pungkasnya. (SR)

 

bankntb BPSK
Baca Juga  Penetapan APBD-P, Bupati: Masih Banyak Program Prioritas yang Tertunda

No More Posts Available.

No more pages to load.