Bank NTB Syariah Sumbawa Bangun 8 ATM dan Operasikan 4 KCP

oleh -104 views

Tahun ini KCP Utan dan KCP Langam Dibuka

SUMBAWA BESAR, SR (5/4/2019)

Bank NTB Syariah Cabang Sumbawa Besar semakin meningkatkan kualitas pelayanannya. Saat ini Bank bermotto “Hidup Berkah Tanpa Riba” tersebut mulai membangun 8 Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di beberapa tempat. Selain itu pada tahun ini juga Bank kebanggaan milik daerah dan masyarakat Sumbawa membuka sejumlah Kantor Cabang Pembantu (KCP). Semua ini dilakukan untuk memberikan kemudahan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini diungkapkan Branch Manager Bank NTB Syariah Sumbawa, Abdul Hafidz ketika memberikan sambutan pada pembukaan Kejuaraan Tenis Bank NTB Syariah Sumbawa Cup 2019 di Lapangan PELTI Sumbawa, Jumat (5/4) malam.

Disebutkan Hafidz—sapaan bankir ramah ini, ATM yang dibangun ini tersebar di sejumlah tempat mulai dari Kecamatan Tarano, Labangka, Moyo Hilir, Moyo Utara, Rhee, depan Kantor Dinas Kelautan Perikanan (DKP) dan Jalan Garuda Sumbawa. Kemudian beberapa kantor cabang pembantu yang sudah beroperasi yaitu KCP Alas, KCP Lunyuk, KCP Plampang dan KCP Hasanuddin Kota Sumbawa. Rencananya dalam waktu dekat KCP Hasanuddin ini akan direlokasi ke Kecamatan Utan menjadi KCP Utan. Dalam tahun ini pihaknya juga akan membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) di depan Pasar Langam yang akan mengkafer area Ropang, Lantung, Lape dan Lopok. Dengan keberadaan ATM dan KCP tersebut, Hafidz memastikan masyarakat akan terlayani dengan baik.

Baca Juga  Bunda Niken Dorong Masyarakat untuk Olah Produk Sendiri

Dalam kesempatan itu, Hafidz mengajak masyarakat untuk bersyariah secara kaffah salah satunya bergabung dengan Bank NTB Syariah. Banyak produk-produk yang ditawarkan dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Semua transaksi berlangsung secara syariah. Bank Syariah memiliki sistem bagi hasil yang merupakan suatu alternatif dalam pembiayaan. Sistem ini berdasarkan penetapan awal atau sesuai akad yang disepakati dan ditetapkan dari awal. Selain itu, terdapat beberapa kaidah yang menjadi dasar perbankan syariah, yakni dalam operasinya tidak melibatkan elemen gambling, tidak melibatkan produk dan/atau menjual barang atau layanan yang haram, dan tidak ada elemen ghoror (ketidakpastian). “Ayo sukses bersama Bank NTB Syariah,” ajaknya.

Di tempat yang sama Bupati Sumbawa yang diwakili Kepala BPKAD, Wirawan Ahmad S.Si MT mengatakan, bahwa Bank NTB Syariah milik Pemda Kabupaten Sumbawa bersama 9 kabupaten/kota lainnya dengan pemegang kendali Pemprov NTB. Pemda Sumbawa tercatat sebagai pemegang saham terbesar kedua di NTB. Mengingat Bank NTB Syariah ini milik masyarakat dan daerah, maka majunya bank tersebut tentu memberikan manfaat bagi Kabupaten Sumbawa. “Ketika Bank NTB Syariah untung kita akan dapat deviden, dan program-program CSR semakin banyak. Kalau devidennya meningkat maka pendapatan daerah juga meningkat, maka volume belanja daerah meningkat pula. Ketika volume belanja daerah meningkat banyak hal yang bisa kita dilakukan, di antaranya kita bisa mengalokasikan program-program untuk menunjang aktivitas termasuk olahraga yang representatif. Tidak ada jalan lain bagi kita kecuali kita mendukung perkembangan Bank NTB Syariah ini dalam posisi kita masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga  PTNNT Bantah Buang Limbah ke Laut

Sesuai namannya, Bank NTB Syariah, telah melaksanakan proses konversi beralih dari bank umum konvensional menjadi bank syariah. Tentu aktivitas usahanya lebih barokah, karena kegiatan menghimpun dana masyarakat dalam bentuk tabungan, deposito dan lainnya berdasarkan prinsip-prinsip syariah. “Ketika menjadi syariah maka hidup kita tentu berkah, artinya menabung di Bank NTB Syariah ini kita mendapat kemanfaatan ganda yaitu untung dunia dan akhirat,” pungkasnya. (Adv/*)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.