Progress Penanganan Gempa di KSB Kian Menurun

oleh -9 views

SUMBAWA BARAT, SR (3/4/2019)

Kepala Kepolisian Resort Sumbawa Barat mendapat informasi dari BNPB Provinsi bahwa penanganan gempa di KSB progresnya semakin menurun dan sudah terkejar oleh kabupaten tetangga yang memiliki progress bagus. Padahal sebelumnya KSB diakui sebagai kabupaten tercepat dalam penanganan bencana gempa. “Hasil rapat evaluasi yang dilakukan di BPBD Provinsi terkait dengan penanganan gempa bahwa KSB progress pembangunannya semakin menurun dilewati Kabupaten Sumbawa yang progresnya semakin baik,” kata Kapolres Sumbawa Barat AKBP Mustofa SIK MH yang ditemui SAMAWAREA belum lama ini.

Melihat kondisi itu, Kapolres mengaku bersama Dandim akan turun langsung ke lapangan secara door to door rumah korban gempa terutama rusak berat. Dalam kunjungan ini akan ditanyakan kendalanya sehingga hari itu juga harus ada solusinya. Apabila bermasalah di dinas maka dinasnya akan dipanggil dan dimintai keterangan agar semuanya bisa terselesaikan dengan cepat. “Langkah cepat ini kami ambil karena dalam penanganan gempa ini setiap kabupaten diperlombakan, batasnya sampai tanggal 10 April sesuai dengan masa tanggap darurat di NTB. Apabila dalam kurun waktu ini uangnya belum ditransfer  ke masyarakat maka akan dikembalikan lagi ke pusat. Ini kalau tidak ada perpanjangan masa tanggap darurat yang dikeluarkan oleh Gubernur NTB,” tandasnya.

Sebab lanjut Kapolres, Presiden kembali berkunjung ke Lombok pada 10 April untuk mengecek progress penanganan gempa di NTB. Pastinya panglima TNI dan Kapolri akan mengawali kedatangannya pada 8 April. “Kalau Kapolri dan Panglima TNI datang tanggal 8 maka Kapolda pasti akan datang mengecek pada tanggal 6 sehingga ini harus dipercepat,” pungkasnya.

Baca Juga  Rumah Zakat Giatkan Sholat Ashar Berjamaah di Desa Jorok

Hal senada dikatakan Dandim 1628 Letkol CZI Edy Oswaronto ST yang mengaku bersama Kapolres turun mengecek progress rehab rekon terutama untuk rumah yang rusak berat karena uangnya sudah ditransfer 100% ke rekening BPBD. Sebab progress pembangunan rumah itu melambat.

Ditempat yang sama juga Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H.W Musyafirin MM mengatakan akan kembali melakukan validasi data terkait adanya temuan BNPB disinyalir ada yang double. Namun Bupati meyakini tidak mungkin hal itu terjadi mengingat dalam proses pengambilan data banyak orang terlibat langsung mulai dari Agen, Babinsa, Babinkamtibmas, dan kepala desa. Yahng diketahuinya, bahwa setiap SK selalu ada perubahan. Kemungkinan mereka hanya melihat SK satu tapi tidak melihat SK dua dan seterusnya. “Sebab SK satu ada perubahan di SK dua dan begtu seterusnya. Inilah yang lagi divalidasi oleh Asisten II. (HEN/SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.