Paguyuban Mahasiswa UTS Asal Bogor Gaungkan Challance “One Trip One trash Bag”

oleh -31 views

SUMBAWA BESAR, SR (3/4/2019)

Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang berasal dari Bogor membentuk sebuah Paguyuban yang diberi nama “Kian Santang” Minggu (31/3/2019) kemarin. Kian Santang sendiri bukan sebuah organisasi, namun merupakan sebuah paguyuban yang menaungi para mahasiswa rantau tersebut. Paguyuban tersebut tidak hanya menjadi wadah untuk melepas rindu akan kampung halaman, namun juga untuk melakukan hal bermanfaat di tanah rantau. Seperti belum lama ini menggelar Challange “One Trip One Trash Bag” di Pulau Moyo. “Agenda Travelling Kian Santang itu tidak hanya sekedar bersenang-senang, tapi berkampanye soal sampah dan gaya hidup,” ungkap Ridho Fisabilillah, mahasiswa rantau yang tercatat di FIKOM Universitas Teknologi Sumbawa Angkatan 2015.

Dikatakan Ridho, pada awalnya para anggota Kian Santang membagi kelompok. Masing-masing kelompok membawa satu trash bag yang digunakan untuk mengumpul sampah di lokasi wisata Air Terjun Mata Jitu lalu membawa pulang ke Tempat Pembuangan Sampah Kota Sumbawa. Gerakan yang ingin digaungkan Kian Santang ini sekaligus menunjukkan kepada masyarakat prilaku membuang sampah di sembarang tempat apalagi di lokasi wisata bukan contoh yang baik. Selain menggambarkan kekumuhan, juga merusak lingkungan sekitar. Selain itu gerakan ini juga untuk memperlihatkan bahwa generasi milenial seperti mereka tidak selalu identik dengan berhura-hura tapi peduli sampah dan lingkungan. “Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa Indonesia berada pada peringkat ke 2 dengan penyumbang sampah terbesar di dunia. Bahkan riset dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (AIPI) dan (Badan Pusat Statistik) mencatat pada tiap tahunnya Indonesia menyumbang 64 juta ton/tahun, dimana sekitar 3,2 juta ton merupakan sampah yang dibuang ke laut,” kata Ridho.

Baca Juga  Terima Mahasiswa Baru, SMAN 1-UMY Jalin MoU

Ridho mencontohkan Pantai Sandropole–tempat wisata di Sumbawa yang mereka jadikan studi kasus. Menurutnya, pantai indah itu mulai tercemar sampah. Terlepas dari badai yang menjadi faktor pembawa sampah dari laut menuju Sandropole, para pengunjung pun juga tidak sedikit membuang dan meninggalkan sampah tersebut di lokasi. Dengan adanya gerakan “One Trip One Trash Bag”  diharapkan sebuah lokasi yang sudah tercemar oleh sampah sedikit demi sedikit dibersihkan. Pemerintah kabupaten Sumbawa juga diharapkan bisa melibatkan kaum milenial untuk turut mengampanyekan peduli lingkungan melalui media sosial. Menurut hasil data yang disampaikan oleh akun resmi Kominfo pada tahun 2018 Indonesia berada pada urutan ke-6 dunia dalam peringkat penggunaan internet terbesar. Salah satu strategi yang dirasa efektif untuk mengkampanyekan peduli lingkungan adalah seperti antara pemerintah, lembaga, atau lain lainnya bekerja sama dengan para influencer  (pengguna media sosial yang memiliki banyak follower ) dan yang memiliki pengaruh besar di lingkungannya untuk dijadikan role model gaya hidup peduli lingkungan.

Karenany Paguyuban Mahasiswa Rantau asal Bogor mengajak masyarakat dapat menggaungkan gerakan “One Trip One Trash Bag”. Pada setiap kegiatan yang dilakukan oleh komunitas, individu, atau kelompok supaya turut serta membawa Trash Bag atau kantong sampah yang berukuran besar guna dijadikan wadah sampah baik yang dimiliki pribadi atau orang lain yang tidak bertanggung jawab. Hasil dari kegiatan tersebut diharapkan dapat disebar di media sosial dengan menggunakan tagar #OneTripONeTrashBag untuk memicu pengguna lain yang melihat postingan melakukan hal serupa. “Semoga dengan ide sederhana ini bisa menghasilkan perubahan yang luar biasa, khususnya di Sumbawa sesuai dengan visi misi Nusa Tenggara Barat yakni menjadi Provinsi yang gemilang. Tentunya untuk menuju cita-cita itu tidak hanya mengandalkan pemerintah saja, namun seluruh elemen masyarakat harus bersinergi bersama mewujudkan NTB gemilang,” pungkasnya. (SR)

 

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.