Bahas Program KOMPAK, Kedutaan Australia Temui Wabup Sumbawa

oleh -4 views

SUMBAWA BESAR, SR (2/4/2019)

Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah menerima kunjungan Sekretaris 2 Kedutaan Australia Mr. Aaron dan Tim Kompak, Senin (1/4) siang. Ikut mendampingi Wabup di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kadis Sosial, Sekdis Kominfotik, sejumlah kepala OPD, Camat Lantung, Himpunan Pendidik PAUD, SLRT, dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA).

Kedatangan Mr. Aaron bersama tim Kompak adalah untuk membahas pengembangan program Kompak (Kolaborasi Masyarakat dan pelayanan untuk kesejahteraan), kerjasama Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia yang didanai oleh Pemerintah Australia (DFAT) tahap dua yaitu untuk 4 tahun ke depan hingga Juni 2022. Program KOMPAK dirancang dengan tujuan utama agar masyarakat miskin dan rentan mendapatkan manfaat dari meningkatnya penyelenggaraan pelayanan dasar dan pengembangan kesempatan ekonomi. Strategi dukungan Program KOMPAK diarahkan untuk penguatan sistem terkait tatakelola pelayanan dasar, termasuk mendorong kerjasama multi-pihak dan multi-level yang terstruktur untuk capaian tujuan perluasan akses dan peningkatan mutu pelayanan dasar. Fokus dukungan dan rencana kerja Program Kompak dirasakan sangat relevan dengan kebutuhan dan prioritas daerah.

Wabup dalam sambutan penerimaannya memberikan apresiasi terhadap hubungan dan kerjasama yang sangat baik antara pemerintah daerah dan tim Kompak. Sejauh ini program Kompak telah dapat mencapai kemajuan yang berarti. Hasil-hasil kegiatan menunjukkan indikasi sejalan dengan capaian yang diharapkan. Hal-hal positif yang telah dicapai dipaparkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Sumbawa Dr. H. Muhammad Ikhsan, M.Pd, antara lain pelayanan adminduk berbasis desa, Dinkes, Dikbud, SLRT, swasta dan KPU. Anggaran berpihak pada pelayanan dasar, pelayanan kecamatan (PTPD) capaian adminduk 52 %-61 %, perencanaan dan evaluasi (RKPDes/APBDes), peningkatan SDM desa dan kecamatan, sistem informasi desa di aplikasi di 70 desa tahun 2017, BUMDes menggunakan aplikasi laporan keuangan (khusus dana kerabat menggunakan data BDT), terbentuknya “Bale Perempuan” di 2 desa percontohan.

Baca Juga  Latih Penambang Rakyat, UTS dan Kementerian ESDM Bangun COE di Sumbawa

Menanggapi masukan dan ide-ide dari peserta, Pak Anja dari Kompak menyebutkan kegiatan yang dilakukannya antara lain terkait tata kelola regulasi, sistem dan prosedur, tata kelola keuangan di unit layanan, peran serta masyarakat, yang diharapkan dapat menyasar isu yang lebih besar misalnya masalah stunting. Terkait pendampingan Kompak untuk BUMDes, bahwa Kompak mendorong penyaluran kredit krabat untuk petani miskin, peningkatan kapasitas manager dan tim teknis manajemen (TTM) melalui pelatihan dasar keuangan dan membangun mitra bisnis BUMDes, dengan tetap melakukan evaluasi dan monitoring. Adapun jumlah anggaran untuk BUMDes Kerabat tahun 2018 sebesar Rp 5 milyar. Kompak juga membantu menciptakan peluang pasar secara fisik (langsung) dan non fisik (online). (SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.