Kebijakan Pemda KSB Merelokasi Warga Karang Songak Tuai Protes

oleh -7 views

SUMBAWA BARAT, SR (28/3/2019)

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat mengeluarkan kebijakan akan melakukan relokasi ratusan warga yang bermukim di Karang Songak Kelurahan Bugis Kecamatan Taliwang menuai protes keras dari masyarakat setempat.

Ditemui SAMAWAREA kemarin, Fahmi salah seorang warga Karang Songak mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah daerah yang akan merelokasi kampungnya yang sudah didiami secara turun temurun sejak nenek moyangnya. “Saya ini orang terdekat Bupati saat kampanye. Saya jadi tameng waktu suksesi beliau dan saya sangat tahu apa visi misinya yaitu mensejahterakan petani, nelayan dan tidak akan ada penggusuran dan selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Tapi kenapa saat beliau jadi Bupati, kami diabaikan, janjinya diingkari sekarang. Kami mau digusur, ditaruh dimana hati nuraninya,” sesalnya.

Saat ini mereka tinggal di pinggir jalan. Kondisi ini menyulitkan mereka untuk mencari makan, apalagi akan direlokasi ke rumah susun (rusun) yang tempatnya di kebun. “Apa tidak dipikirkan mata pencaharian kami, bagaimana anak istri kami mau makan apa, dan sama sekali kami tidak tertarik dengan rusun yang ditawarkan. Saya mau pindah asalkan ganti ruginya jelas, dan saya tidak mau pindah jauh dari tempat sekarang,” tukasnya.

Apabila belum ada kesepakatan yang jelas antara warga dengan Pemda, apalagi Pemda memaksakan kehendak untuk tetap menggusur tempat ini, Fahmi menyatakan siap mengorbankan nyawa untuk mempertahankan haknya. “Jika Pemda nekat, saya juga bisa nekat. Semoga ini tidak terjadi. Kami ingin masyarakat hidup dalam ketenangan dan kedamaian,” ujarnya.

Baca Juga  SBP2S Desak PT Seger Penuhi Hak Pekerja

Dikonfirmasi terpisah, Camat Taliwang Ibrahim mengatakan untuk tahap awal pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat Karang Songak. Diakuinya memang pada tahap awal ada beberapa yang menolak dan sebagiannya juga bersedia direlokasi. Hasil pertemuan tersebut sudah disampaikannya kepada Bupati. “Dalam sosialisasi awal kita telah menawarkan lahan Pemda yang ada di belakang terminal tapi kami dpat instruksi lagi untuk melakukan sosialisasi kepada mereka untuk memberikan tawaran lain yaitu pindah ke rumah susun di Kelurahan Menala, yang bangunannya setara kelas hotel bintang tiga,” katanya.

Dalam pemberian Rusun ungkap Camat, tergantung kebijakan Bupati apakah akan dibayar perbulan atau diberikan cuma-cuma. Untuk sosialisasi tahap kedua akan dilakukan setelah Pemilu ini. Jika sosialisasi berjalan dengan baik dan masyarakat bersedia direlokasi, maka akan segera dieksekusi. “Yang jelas kami akan terus berusaha agar semua kegiatan ini berjalan dengan baik tanpa menimbulkan kekecewaan, tentu harus tetap mengacu pada aturan yang berlaku,” tandasnya, sembari menegaskan bahwa kawasan Karang Songak lahannya milik pemerintah yang masuk dalam kawasan hutan lindung yang tidak diperkenankan adanya bangunan tanpa aturan yang jelas dalam pemanfaatannya. (HEN/SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.