Wagub NTB: Masyarakat Harus Diedukasi Siap Hadapi Bencana dan Trauma

oleh -37 views

MATARAM, SR (24/3/2019)

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd membuka Simposium Antar Bangsa, Seminar dan Workshop Trauma Healing Pasca Gempa dengan tema “Developing Holistical Psychology After The Earthquake Tragedy”, di Gedung Birrul Walidain Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pancor, Lombok Timur, Minggu (24/3/19). Acara ini diselenggarakan atas inisiasi 3 pihak yakni Yayasan Pendidikan Hamzanwadi, Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia, dan Persatuan Konselor Pendidikan (PEKA) dari Malaysia dalam rangka membahas kontribusi terkini atas dampak gempa yang telah melanda NTB beberapa waktu lalu. Mengawali sambutannya, Wagub mengungkapkan bahwa agenda ini penting untuk menyumbangkan ide dan pikiran terutama kepada para korban gempa. Wagub menguraikan, dari sisi ‘fisik’, pemerintah pusat telah memberikan banyak bantuan kepada seluruh korban gempa, baik yang (rumahnya) rusak berat, sedang, dan ringan. Akan tetapi, bencana tidak hanya menyerang fisik, melainkan juga mental. “Masyarakat harus diedukasi dengan baik agar kita benar-benar siap menghadapi segala bentuk bencana dan diedukasi bagaimana mengatasi trauma. Karena itu kami selaku Pemerintah Provinsi NTB sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ungkap Wagub.

Lebih lanjut, Wagub menegaskan bahwa masyarakat harus mengingat NTB berada di jalur ring of fire, artinya rawan bencana terutama gempa. Kondisi ini membuat masyarakat harus waspada dan mempersiapkan diri terutama terkait kontruksi rumah. “Kewajiban kita adalah membangun rumah yang strukturnya tahan gempa, selain itu sistem harus disiapkan guna mengantisipasi setiap bencana yang ada,” tegas Wagub.

Baca Juga  Bawaslu Jadikan Sumbawa Pilot Project Peluncuran Aplikasi SIPS

Tidak lupa Wagub menyelipkan pesan kepada masyarakat untuk senantiasa memelihara lingkungan. Wagub menyampaikan, saat ini pemprov NTB tengah gencar mengampanyekan NTB Zero Waste. Wagub menghimbau, NTB harus bersih, tidak boleh lagi sampah dibuang ke sungai maupun laut. Masyarakat harus mulai memilah mana sampah organik dan anorganik. Hal ini semata agar sampah yang ada kelak dapat mendatangkan manfaat. “Kita harus mulai berpikir, bagaimana sampah dapat menjadi berkah bukan musibah,” tegas Wagub.

Mengakhiri sambutannya, Wagub menyampaikan selamat dan terima kasih kepada seluruh hadirin dan mengapresiasi inisiatif kegiatan tersebut. “Semoga ini membawa kebaikan dan bisa diterapkan kepada masyarakat yang lain,” pungkas Wagub, yang kemudian melakukan pemukulan gendang sebagai tanda dimulainya kegiatan Simposium. (SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.