Gelar Kuliah Umum, IISBUD Undang Kalapas Kupas Perkembangan Hukum Pidana

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (23/3/2019)

Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Institut Ilmu Sosial dan Budaya Samawa Rea (IISBUD SAREA) menggelar kegiatan yang sangat bermanfaat terutama bagi kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. Adalah Kuliah Umum  bertajuk “Perkembangan Hukum Pidana di Indonesia”. Kegiatan yang dihadiri sekitar 50 orang peserta terdiri pegawai Lapas Kelas II A Sumbawa dan mahasiswa IISBUD ini menghadirkan Kalapas Sumbawa, Dr. H. Lalu Jumaidi, SH,. MH selaku narasumber yang didampingi Rektor IISBUD SAREA Miftahul Arzak, S.Ikom.,MA dan Ketua Prodi Ilmu Hukum IISBUD, Nurmadiah SH MH. Kuliah umum yang dimoderatori Ulil Amri ini berlangsung dinamis dan menarik. Para peserta antusias dalam menyampaikan beragam pertanyaan seputar hukum pidana termasuk perlakuan petugas Lapas terhadap para tahanan dan para narapidana yang sebenarnya di luar tema yang ditetapkan panitia.

Dalam kesempatan itu Kalapas Doktor Lalu Jumadi tidak hanya memberikan kuliah umum tapi juga memotivasi para peserta. Dalam paparannya, Ia mengemukakan bahwa perkembangan hukum pidana di Indonesia setiap saat mengalami perubahan. Hukum pidana setiap masanya selalu menyesuaikan dengan keadaan. Karena itu masyarakat terutama mahasiswa ilmu hukum harus mengetahuinya guna menambah wawasan dalam mendukung keilmuannya. Sebab mahasiswa hukum pidana sangat dibutuhkan dalam segala sektor. Kelapas mengakui bahwa penegakan hukum pidana di Indonesia semakin hari kian baik.

Terkait dengan perlakuan Lapas terhadap warga binaannya, Doktor Lalu Jumadi menegaskan tidak bisa melakukan kekerasan fisik. Lembaga pemasyarakatan bukan tempat yang mengerikan seperti yang sering dibayangkan. Pendekatan yang digunakan terhadap warga binaan adalah pendekatan humanis. Ini dibuktikan dengan suasana Lapas yang sejuk dan ramah anak. Kondisi tersebut bisa menjadi model atau contoh untuk lapas-lapas lainnya. “Di dalam lembaga pemasyarakatan, HAM untuk warga binaan tetap terjaga,” ujarnya.

Baca Juga  SAAT JAYA Ucapkan Selamat dan Doakan HUSNI MO

Di bagian lain, Kalapas juga bercerita tentang tuntutan “ruang sentuhan fisik” yang menjadi salah satu sarana pemenuhan HAM bagi para masyarakat binaan. Ia berharap kedepannya di dalam Lapas seluruh Indonesia akan menyediakan sarana-sarana untuk menunjang segala kebutuhan masyarakat binaan. (SR)

iklan bapenda