BOP PAUD Kini Dicairkan Dua Kali

oleh -277 views

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS DIKBUD KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, SR (22/3/2019)

Mulai tahun 2019 ini pencairan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sudah tidak direalisasikan sekaligus seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa melalui Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasana PAUD/PNF, Sulaiman S.Pd, berdasarkan rapat koordinasi yang dilaksanakan di Yogyakarta belum lama ini, BOP PAUD tahun ini dicairkan dua kali, tidak sekaligus. “Jadi tahun ini mekanisme pencairan ada sedikit perubahan. Salah satunya tentang pencairan yang sudah tidak sekaligus lagi, tapi sekarang dua kali,” kata Sulaiman.

Dijelaskan Eman sapaan akrabnya, bagi lembaga yang melakukan entry data Dapodik pada Juli 2018 hingga Maret 2019, mereka berhak mendapatkan pencairan tahap pertama. Untuk tahap pertama ini nominalnya setiap peserta didik sebesar Rp 300.000. Sementara untuk pencairan tahap kedua, lembaga harus melakukan entry data paling lambat September 2019. Ditahap kedua ini, nominal yang diberikan masih sama yakni Rp 300.000 per peserta didik. Mekanisme yang berubah dalam proses pencairan BOP tahun lanjut Eman, menyangkut masalah entry data lembaga. Bagi lembaga yang sudah memasukan Dapodiknya pada Juli 2018 sampai Maret 2019, otomatis menerima pencairan tahap kedua. Bagi lembaga yang datanya tidak masuk di Bulan Juli 2018 sampai Maret 2019 ini, maka diberikan kesempatan terakhir melakukan entry data pada Bulan September 2019. “Kalau datanya sudah masuk nominal yang diterima nanti hanya Rp 300.000 per peserta didik, bukan Rp 600.000. Ini karena data mereka menyusul,” sebutnya.

Baca Juga  Jadi Juri di Amerika, Doktor Arief Wakili Sumbawa dan UTS

Bagi lembaga baru yang administrasinya sudah lengkap sesuai standar yang sudah ditetapkan, dan Dapodiknya sudah masuk juga berhak menerima BOP sebesar Rp 300.000 per peserta didik. Untuk diketahui, tahun ini Kabupaten Sumbawa, mendapat total alokasi BOP PAUD dari pemerintah pusat sebesar Rp 12,2 Miliar. Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) sendiri lanjut  Eman, menargetkan peserta didik di Sumbawa, yang harus mendapatkan BOP tahun ini sebanyak 20.444 peserta didik. Sejauh ini yang sudah masuk datanya sebanyak 20.337 peserta didik. Artinya, hanya tersisa 107 peserta didik yang belum terdata. Peserta didik yang tidak sempat terdata ini dikarenakan kondisi geografis, sehingga informasi yang disampaikan oleh Dinas Dikbud Sumbawa, tidak sampai ke wilayah bersangkutan. “Rata-rata peserta didik yang belum sempat terdata ini berada di daerah terpencil. “Tapi, kita optimis target nasional 20.444 peserta didik ini bisa terlampui, karena bulan Juli 2019 nanti, ada penerimaan peserta didik baru. Peserta didik baru ini harus diusulkan lagi untuk mendapatkan bantuan yang sama,” tandasnya.

Untuk lembaga penerima, ia memperkirakan bakal bertambah. Tahun lalu, ada 548 lembaga yang ditetapkan sebagai penerima BOP PAUD. Untuk tahun ini, kemungkinan besar lebih dari 550 lembaga yang dapat. Disinggung pencairan BOP PAUD tahun 2019, Eman memprediksikan terealisasi awal April mendatang. Saat ini, Dinas Dikbud Sumbawa sedang mengagendakan jadwal sosialisasi pencairan BOP tahun 2019. “Nanti kalau dananya sudah ditransfer pusat ke BPKAD, maka dalam waktu 14 hari kerja harus dicairkan ke lembaga penerima. Kalau tidak dicairkan dalam waktu 14 hari, maka uangnya ditarik kembali ke kas negara,” pungkasnya. (SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.