Pipa PDAM Rusak Diduga Ulah Alat Berat Rekanan Bintang Bano

oleh -13 views
Burhanuddin

SUMBAWA BARAT, SR (25/1/2019)

Saluran pipa induk PDAM mengalami kerusakan. Diduga akibat dirusak alat berat yang melintas mengambil material pasir untuk pembangunan Bendungan Bintang Bano yang terbentang di aliran sungai yang ditanam sedalam kurang lebih dari 2 meter. Sejumlah PDAM bocor dan ringsek.

Kasi Penyediaan Prasarana Air Bersih dan Air Limbah Dinas PUPR Sumbawa Barat, Burhanuddin mengaku mengetahui terjadinya kerusakan itu dari Tim Pengawas bahwa ada alat berat yang merusak pipa. Ia mengaku sudah menegur operator alat berat tapi tidak digubris. “Kami bersama tim dari PDAM sudah turun ke lokasi ternyata benar ada kerusakan pipa selain bocor, 3 pipa di antaranya penyok,” ungkap Burhanuddin.

Saat itu juga pihaknya langsung mengumpulkan semua perusahaan yang mengerjakan proyek Bintang Bano, yaitu PT Brantas, BBN, dan HK guna mengklarifikasi laporan tersebut. Pihak perusahaan membantah melakukan pengrusakan dan menantang PDAM untuk menujukkan ciri-ciri alat berat dimaksud. Pihak PDAM yang tidak mengetahui merk alat namun memastikan warnanya juga dibantah ketiga perusahaan itu. “Saya tegaskan bahwa tidak mungkin ada alat berat dari luar datang mengambil material kecuali alat berat milik tiga perusahaan yang mengerjakan Bintang Bano. Akhirnya ketiga perusahaan itu siap mengganti kerusakan pipa,” kata Burhanuddin.

Saat ini pihaknya masih menunggu  rincian dari PDAM. Rincian itu akan diserahkan kepada pihak perusahaan untuk dianggarkan. Agar tidak terulangnya kejadian yang sama, Ia menghimbau perusahaan untuk tidak mengganggu lokasi yang dilintasi jaringan pipa. Karena jika jaringan itu terganggu maka sama dengan mengganggu kebutuhan masyarakat umum.

Baca Juga  Gemar Makan Ikan akan Tingkatkan Imun Tubuh

Secara terpisah, Direktur PDAM KSB, Banang ST menyampaikan terima kasih kepada pihak perusahaan yang kooperatif menangani kerusakan pipa. Pihaknya akan menyiapkan rincian biaya kerusakan pipa. Apabila perusahaan setuju dengan rincian itu, maka pihak PDAM akan melakukan pengerjaan. Apabila tidak setuju dengan rincian dimaksud, PDAM akan menyerahkan pengerjaan perbaikan kepada perusahaan dimaksud sesuai dengan perencanaan dan tetap dalam pemantauan PDAM.

Disinggung mengenai pelayanan pasca kerusakan pipa, Banang mengaku tidak mengalami kendala. Airnya tetap lancar dan masyarakat tetap terlayani. (HEN/SR)

iklan bapenda