Gelar “Mining for Life” IMA Sosialisasikan Peran Positif Tambang

oleh -5 views

BANDUNG, SR (20/1/2019)

Sektor pertambangan di Indonesia memberikan banyak sekali manfaat, baik untuk kepentingan negara ataupun masyarakat. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas sector mineral dan batu bara pada Desember 2018 telah mencapai Rp. 46,6 triliun. Selain itu manfaat tambang dalam kehidupan sehari-hari juga dapat diamati secara mudah, seperti pada produk mineral tembaga yang dimanfaatkan sebagai bahan dasar terbaik penghantar listrik (konduktor), produk batubara yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik, aluminium untuk industri packaging, besi dan baja untuk industry infrastruktur, nikel yang dimanfaatkan sebagai bahan baterai isi ulang, termasuk juga emas dan perak, hingga minyak bumi yang merupakan bahan utama penghasil bahan bakar premium, minyak tanah juga aspal sebagai produk turunannya. Sebagai bentuk upaya dalam memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada public tentang manfaat dari aktivitas pertambangan terhadap Negara dan kehidupan masyarakat sehari-hari, sejumlah perusahaan tambang di Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Mining Association (IMA) bekerjasama dengan Museum Geologi Bandung menyelenggarakan acara “Mining for Life” Sabtu, 19 Januari 2019, di Museum Geologi Bandung. Ido Hutabarat selaku Ketua Indonesian Mining Association (IMA) dalam acara pembukaan mengatakan konsep dasar acara Mining for Life ini berangkat dari fakta bahwa Indonesia dikenal sebagai Negara yang kaya akan sumberdaya alam, khususnya di sektor pertambangan. Begitu besarnya potensi sektor pertambangan di Indonesia, hingga sector ini menjadi salah satu penyumbang utama dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di APBN. Acara ini menjadi salah satu sarana untuk mengapresiasi kayanya kandungan tambang di Indonesia dan kemanfaatannya untuk kehidupan. “Acara yang kami gelar sebagai bentuk kedekatan dunia pertambangan dengan keseharian kehidupan kita ini diharapkan bias memberikan gambaran positif mengenai pertambangan melalui peran dan praktik-praktik pertambangan yang benar dan berkelanjutan (sustainable and good mining practice),” tutur Ido Hutabarat.

Baca Juga  PT SJR Hasilkan 60 Ribu Ons Emas Per Tahun

Hal ini diperkuat dengan pernyataan Sukmandaru, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) bahwa evolusi industry pertambangan membawa peradaban kehidupan manusia sekarang–revolusi industry 4.0. Hampir seluruh aspek dalam kegiatan sehari-hari dipermudah dengan adanya elemen yang dihasilkan oleh tambang. Industri pertambangan juga mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di sekitarnya secara signifikan, karena tingginya penyerapan sumberdaya manusia dalam industry ini,” tutur Sukmandaru. Tony Wenas selaku Sekretaris Jenderal Indonesian Mining Association (IMA) mengatakan bahwa selama ini banyak pihak yang menilai industry tambang sebagai kegiatan eksploitasi lingkungan semata. Padahal, kegiatan ekplorasi dan eksploitasi yang dilakukan selalu dilakukan bersamaan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan seperti reklamasi, serta mampu memberikan manfaat ekonomi langsung dari penjualan komoditas tambang dan dapat memberikan manfaat utilitas produk dimana mineral tambang yang dihasilkan akan menjadi bahan dasar bagi pembuatan berbagai produk yang digunakan pada kehidupan masyarakat sehari-hari. “Masyarakatjuga perlu mengetahui secara berimbang bahwa untuk dapat melakukan aktivitas pertambangan, perusahaan wajib tunduk pada rangkaian prosedur pertambangan berkelanjutan yang diawasi dengan ketat oleh pemerintah. Prosedur tersebut juga disusun serta diterapkan sesuai dengan standar internasional yang berlaku di seluruh dunia,” ujar Tony Wenas.

Tony menjelaskan bahwa di Indonesia, berbagai perusahaan tambang yang justru memiliki komitmen tinggi atas penjagaan kelestarian lingkungan sekitarnya belum banyak dikenal dan dipahami masyarakat secara luas. Menurutnya, public lebih familiar dengan beberapa aktivitas pertambangan yang dikelola secara tidak bertanggungjawab, padahal contoh aktivitas pertambangan yang bertanggungjawab cukup banyak. Anita Avianty selaku Ketua Komite Public Relations Indonesian Mining Association (IMA) menjelaskan gelaran Mining for Life ini diisi dengan serangkaian acara meliputi pameran foto, instalasi dan video informative mengenai praktik pertambangan yang baik dan bertanggungjawab, kompetisi media sosial, kompetisi vlog stand-up comedy, diskusi bersama para CEO perusahaan tambang dengan pimpinan media massa, kompetisi karya jurnalistik serta acara music yang menghadirkan band ternama. “Tujuan kami adalah untuk memberikan pemahaman tentang manfaat tambang pada kehidupan sehari hari melalui pendekatan popular sehingga akan mudah dipahami oleh masyarakat termasukjuga generasi millenial. Karenanya, pihaknya juga menyediakan sejumlah peraga terkait industry pertambangan yang dipamerkan secara menarik dan dikemas secara interaktif untuk membangun pemahaman yang lebih baik tentang dunia tambang. Harapannya, masyarakat menjadi lebih teredukasi atas manfaat dan hal-hal positif terkait tambang, serta tidak melulu terpapar sisi negative yang tidak tersajikan secara berimbang,” tutur Anita Avianty. Anita juga menjelaskan IMA mengundang para pimpinan media massa nasional untuk hadir serta terlibat langsung dalam acara ini. Pendekatan ini diambil karena peran penting media massa dalam memberikan informasi serta pemahaman tentang industri pertambangan Indonesia kepada masyarakat. (JEN/SR)

iklan bapenda