Danrem 162/WB Saksikan Proses Perdamaian Antar Kelompok di Lunyuk

oleh -2 views

SUMBAWA BESAR, SR (25/12/2018)

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos., SH., M.Han menyaksikan proses perdamaian antara kelompok masyarakat Muslim dan Hindu di Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Perdamaian ini disepakati menyusul adanya ‘kesalahpahaman’ yang menjurus pada isu SARA. “Perdamaian dua kelompok ini sudah difasilitasi Pak Kapolres dan Pak Dandim. Alhamdulillah berjalan lancar,” kata Kolonel Rizal—sapaan Danrem saat ditemui SAMAWAREA, Selasa (25/12).

Dalam proses perdamaian itu, semua tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dihadirkan. Saat itu Danrem yang didampingi Dandim 1607, Letkol (Inf) Samsul Huda dan Kapolres Sumbawa AKBP Tunggul Sinatrio, mengingatkan masyarakat bahwa menjaga kondusifitas wilayah NTB khususnya Kabupaten Sumbawa adalah tanggung jawab bersama. Terlebih lagi sekarang menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif.

Intinya tegas Danrem, situasi Lunyuk sudah kondusif. Masyarakat telah beraktivitas seperti biasa. Mengingat sebagian besar berprofesi sebagai petani, masyarakat berangkat ke ladang untuk bercocok tanam. Selain itu masyarakat baik yang Muslim maupun Hindu juga bergotong-royong membersihkan Pura sehubungan dengan pelaksanaan Hari Raya Galungan. Demikian sebaliknya, masyarakat Hindu dan Muslim bersama-sama membersihkan masjid. “Kita harus saling menjaga, menjaga hati, pikiran dan emosi dengan harapan terjalin tali silaturrahim yang baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Danrem Rizal menghimbau para orang tua yang memiliki anak-anak remaja yang lagi doyan gadget dapat memanfaatkan fasilitas android tersebut untuk hal yang bermanfaat dan tidak mendatangkan mudharat. Danrem mengistilahkan gadget bagaikan satu pisau yang memiliki dua mata yang berbeda. Jika dipotong dengan aturan yang baik maka hasilnya akan baik, tapi jika dipotong dengan arah yang salah dampaknya membahayakan. “Ini yang terjadi kemarin, gara-gara menggunakan gadget memposting atau menshare status yang berbau SARA berdampak terhadap kondusifitas. Alhamdulillah sudah bisa diselesaikan dan Lunyuk sudah sangat kondusif,” ucapnya.

Baca Juga  Terduga Maling Ternak Tewas Dibantai Massa

Kendati situasi sudah kondusif, lanjut Danrem, pihaknya tetap menyiagakan anggota di Lunyuk yaitu polisi dan TNI masing-masing 2 pleton. Keberadaan aparat ini untuk menjaga kesepakatan damai dan menciptakan suasana harmoni seperti sediakala. (JEN/SR)

iklan bapenda