Tinggi Penduduk Miskin, 14 Desa Terima Alokasi Afirmasi Dana Desa Tahun 2019 

oleh -18 views

SUMBAWA BESAR, SR (20/12/2018)

Karena dikategorikan desa tertinggal dan sangat tertinggal dengan jumlah penduduk miskin cukup tinggi, sebanyak 14 desa ditetapkan sebagai penerima jatah alokasi Afirmasi pada Tahun 2019 mendatang. Desa tersebut di antaranya Desa Batu Rotok, Bao Desa, Tangkampulit dan Tepal di Kecamatan Batu Lanteh, Desa Marente dan Bungin Kecamatan Alas, Desa Usar dan Sepayung Kecamatan Plampang, serta Desa Bajo dan Stowe Brang Kecamatan Utan. Selanjutnya Desa Emang Lestari Kecamatan Lunyuk, Desa Mata Kecamatan Tarano dan Desa Labuhan Aji Kecamatan Labuhan Badas. Demikian disebutkan Kasi Pengelolaan Keuangan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa, Ibrahim, SE., M.Ak, belum lama ini.

Dijelaskannya, alokasi Afirmasi ini merupakan salah satu komponen dalam dana desa. Jumlahnya sebesar 3% dari total pagu anggaran dana desa. Tujuan pengalokasian dana afirmasi tersebut untuk penuntasan masyarakat miskin, agar taraf ekonomi mereka menjadi lebih baik lagi. Untuk diketahui ungkap Ahim—sapaannya, Tahun 2018 sebenarnya ada 11 desa yang mendapat alokasi afirmasi ini, tapi berubah menjadi 9 desa. Perubahan ini karena ada surat dari Kemenkeu, terkait perubahan status tiga desa yang tidak masuk kategori tertinggal dan sangat tertinggal lagi, sebagai syarat untuk mendapatkan alokasi Afirmasi dana desa tersebut. Di antara desa yang ditetapkan mendapat alokasi Afirmasi tahun 2019 nanti, terdapat nama-nama desa yang pada tahun 2018 juga ditetapkan sebagai penerima. Yakni Desa Pukat, Tepal, Tangkampulit, Labuhan Aji, Bao Desa, Batu Rotok, Bajo dan Bungin.

Baca Juga  Pemuda KSB Blokir Jalan Menuju Otak Kris, Ini Tanggapan Bupati

Mulai tahun depan sambung Ahim, dana alokasi Afirmasi yang dikucurkan setiap desanya dipukul rata. Masing-masing mendapatkan Rp 211,2 juta. Untuk tahun 2018 ada sedikit perbedaan, dari 9 desa, 5 desa di antaranya mendapatkan alokasi sebesar Rp 319 juta, dan 4 desa lainnya hanya Rp 157 juta. Perbedaan itu berhubungan dengan Indeks Desa Membangun (IDM) dengan jumlah penduduk miskin di tiap desanya. “Jadi mulai 2019, dana alokasi Afirmasi untuk 14 desa nilainya sama,” pungkasnya. (SR)

iklan bapenda