PETANG Desak Pemda dan Dishut Sigap Tangani Hutan

oleh -1 views

SUMBAWA BESAR, SR (16/12/2018)

Komunitas Pecinta Alam Plampang (PETANG)  meminta Pemerintah Daerah dan Dinas Kehutanan dapat mengambil tindakan sigap dalam mengatasi kerusakan hutan yang kian parah. Banyak pohon dibabat dan banyak sumber mata air yang hilang. “Kami minta kepada penentu kebijakan untuk tidak membiarkan hutan sebagai paru-paru dunia ini luluh lantah oleh kebiadaban sekelompok orang. Tanah longsor, banjir, pendangkalan kali dan bendungan akibat tertimbun tanah dari hulu yang tandus cukup lah menjadi bukti Menurut Bur—sapaan akrab pria enerjik ini, banjir yang melanda Kecamatan Empang belum lama ini, dampak dari kerusakan hutan. Akibat ulah segelintir orang, ribuan jiwa di Empang terkena dampaknya.

DPRD

Sebagai komunitas yang cinta lingkungan, PETANG sangat miris melihat kenyataan tersebut. Karena itu PETANG secara kontinyu melakukan kegiatan penanaman pohon di sumber-sumber mata air. “Ini sudah lama dan terus kami lakukan. Kami berbuat apa yang kami bisa, demi menjaga kelestarian hutan dan air sebagai sumber kehidupan,” tukasnya.

Sementara Kades Simu, Hamsun mengaku bahwa sumber air di Bendungan Tiu Kulit terancam karena adanya pembalakan liar di sekitarnya. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah desa adalah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan telah mengundang para pihak. Selain itu 11 Desember lalu mencanangkan Hari Penanaman Pohon Sedunia yang dihadiri Asisten I Sekda Sumbawa, Dandim 1607, masyarakat dari Desa Simu, Maronge, Brang Kolong, dan P3A Tiu Kulit. Namun sayang upaya yang dilakukan ini ternoda dengan kasus pembakaran kantor desa oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. “Kami minta polisi mengusut tuntas kasus ini,” pintanya. (BUR/SR)

DPRD DPRD
Baca Juga  Ingin Jadi Penghafal Qur'an, Wabup dan Sekda Ikut Pelatihan Metode Tikrar