Atasi Persoalan PAUD HI dan Adminduk, KOMPAK dan Bappeda Susun Peta Jalan

oleh -1 views

SUMBAWA BESAR, SR (23/11/2018)

“Penyusunan Peta Jalan Dukungan Program Kompak Kabupaten Sumbawa” adalah tema dalam konsultasi yang digagas KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) bersama Bappeda Kabupaten Sumbawa, Rabu (21/11) lalu di Aula Rapat H. Hasan Usman kantor Bupati Sumbawa.

Dalam pengantarnya Fasilitator KOMPAK Wilayah NTB, Muhammad Wahyudi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melahirkan kesepakatan pemerintah kabupaten dan KOMPAK terkait isu/permasalahandan sektor strategis disertai data-data yang mendukung pemilihan 2 sektor strategis. Untuk Kabupaten Sumbawa isu strategis yang dipilih adalah PAUD HI dan Adminduk dan menyepakati usulan solusi dalam mengatasi isu strategis yang telah ditetapkan sebelumnya guna diajukan ke Komite Teknis Program KOMPAK di Jakarta. “Untuk hasil yang ingin kita capai melalui kegiatan penyusunan peta jalan ini adanya kesepakatan 2 sektor strategis di masing-masing kabupaten disertai data-data pendukung, adanya kesepakatan terkait formulasi isu/permasalahan dari 2 sektor strategis yang telah dipilih beserta akar penyebab masalah. Dan adanya usulan solusi untuk mengatasi penyebab masalah di masing-masing sektor strategis yang telah dipilih,” paparnya.

Sementara Bupati Sumbawa yang diwakili Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa Ir. H. Iskandar D, M.Ec., Dev mengucapkan terima kasih kepada KOMPAK yang telah cukup intens berkontribusi di Kabupaten Sumbawa, terutama pencapaian target-target di Bidang Pemberdayaan Masyarakat. “Semoga dengan kehadiran kita di sini bisa memberikan masukan dan ide-ide untuk menemukan inti permasalahan yang kita hadapi. Mengingat perencanaan yang semakin komplek untuk hari–hari ke depan agar berjalan efektif dan efisien, sehingga untuk mencapainya kita perlu membuat peta jalan di dalam implementasi terkadang tidak terpikirkan oleh kita saat menyusun peta jalan,” jelasnya.

Baca Juga  UNRAM dan UIN Mataram Teken MoU Pendidikan dengan Beijing Wuzi University

Dari hasil konsultasi yang dilaksanakan ditemui beberapa permasalahan yang dihadapi di tingkat desa, salah satunya regulasi hingga tahapan implementasi yang kurang jelas, hingga rendahnya pemahaman masyarakat tentang PAUD HI. Selain itu tidak optimalnya mekanisme keuangan kelembagaan PAUD oleh pemilik dan pengurus. Seperti yang terjadi di Desa Kerato, dan Kecamatan Plampang. Demikian dengan Kecamatan Lantung dan Ropang yang menghadapi masalah akses sehingga menyebabkan minimya informasi yang diperoleh dan mengharapkan perlunya peran kecamatan untuk mendorong peran masyarakat. Sedangkan untuk Adminduk, ditemui beberapa permasalahan. Di antaranya perlunya disusun Standar Operasional Prosedur tentang Pelayanan Pengaduan Adminduk. Solusi yang diberikan provinsi adalah merevisi struktur kelembagaan Disdukcapil dan advokasi anggaran untuk koordinasi pelayanan adminduk.

Kegiatan ini diikuti Fasilitator KOMPAK Wilayah NTB Muhammad Wahyudi, Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa Ir. H. Iskandar D., M.Ec., Dev, BAPPEDA Provinsi Nusa Tenggara Barat Syamsul Hidayat, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumbawa Ir. H. Zulkifli, Sekretaris Dinas P2KBP3A Kabupaten Sumbawa Junaidi A.Pt., M.Si, CEC KOMPAK M. Ridha Makruf, FSC Susana Dewi R, Perwakilan Camat, Kepala Desa, serta perwakilan yang menangani PAUD HI dan Adminduk. (SR)

 

DPRD DPRD