Home / Pemerintahan / “Kalau Bukan Husni Djibril, Sudah Banyak ASN yang Dipecat”

“Kalau Bukan Husni Djibril, Sudah Banyak ASN yang Dipecat”

SUMBAWA BESAR, SR (16/11/2018)

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sumbawa memiliki integritas. Tentunya dengan melaksanakan fungsi sebagai pelaksana kebijakan dan pelayanan publik serta perekat dan pemersatu bangsa. ASN harus berperan sebagai perencana, pelaksana dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. ASN harus professional, bebas dari intervensi politik apalagi terlibat praktis serta bersih dari kolusi korupsi dan nepotisme (KKN). “Kami ingatkan ASN berintegritas, professional, netral, tidak terlibat politik praktis dan mampu menyelenggarakan pelayanan public serta unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas Bupati saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 179 pejabat struktural di lingkup Pemkab Sumbawa di Aula Madelau ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Jum’at (15/11).

Hal tersebut penting disampaikan. Sebab belakangan ini menurut Bupati, banyak ASN yang secara terang-terangan bertingkah laku atau bersikap layaknya seorang politisi. Mereka sangat berani melakukan kampanye dan berpidato berbau politis. Bahkan dengan gagah dan lantangnya mendukung seseorang atau kelompok tertentu serta menghina pihak lain. “Ini fakta, kalau saudara mau lihat banyak tersimpan di WA saya, semua terekam. Kalau saja bukan Husni Djibril hari ini, mungkin sudah banyak yang dipecat, diberhentikan sebagai ASN. Saya masih memberikan kesempatan kepada saudara untuk tidak berpolitik, hentikan semua itu, bekerjalah dengan baik sebagai aparatur negara. Ini teguran awal sekaligus terakhir kali kepada ASN,” tegasnya.

Ia saja selaku Bupati Sumbawa yang berlatar belakang politisi bisa menahan diri dan tidak berani bersikap sebagaimana yang dilakukan oknum ASN itu terlebih saat ini berada di tahun politik. “Saya ini politisi murni. Datang di panggung ini, di meja ini dan di podium ini sebagai politisi murni. Tetapi tidak berani mulut saya untuk berucap politik,” ujarnya.

Ia tidak ingin muncul anggapan bahwa pemerintah daerah dipimpin seorang politisi kemudian semua perangkat kerjanya sampai ke tingkat bawah bermain politik. Ini memalukan dan tidak akan dilakukannya. Karena itu pilihan kali ini dengan menggelar mutasi di tubuh ASN, sebenarnya sebuah pembelajaran sekaligus peringatan bagi semua ASN. (JEN/SR)

Lihat Juga

UTS Siap Berikan Beasiswa Penuh untuk Mahasiswa Asal Pulau Moyo

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (7/8/2020) Kunjungan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc ke Pulau Moyo, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *