Kejar Ketertinggalan, Wagub NTB Minta BUMD Siapkan Bisnis Plan

oleh -0 views

MATARAM, SR (28/10/2018)

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd meminta jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menyiapkan bisnis plan. Ia menegaskan, BUMD berhak menentukan nasibnya sendiri ke depan. Karenanya perlu disusun bisnis plan dan target yang ingin dicapai. “BUMD yang ada sekarang harus dibenahi, dengan mempersiapkan bisnis plan yang baik dan matang kedepannya,” tegas Wagub saat Rapat Koordinasi Penguatan Peran BUMD Tahun 2018, di Hotel Lombok Raya Mataram, Sabtu (27/10/2018).

Selain itu, Ummi Rohmi juga menyampaikan bahwa BUMD di NTB memiliki progress berbeda. Menurutnya, masa depan BUMD NTB yang diinginkan adalah masa depan yang cerah dan membuat bangga NTB terhadap BUMDnya. Untuk itu, BUMD tak perlu banyak. Asalkan dapat membanggakan dan diandalkan. Begitu pula orang yang mengelolanya, haruslah memiliki kecintaan dan kemampuan untuk mengelola hal tersebut. Wagub berharap BUMD ke depan, melalui dukungan semua pihak, dapat berlari kencang mengejar ketertinggalan. “Kalau orang lain bisa mengapa kita tidak, itulah perlunya kita dengan kerendahan hati untuk selalu belajar dan belajar,” pungkasnya pada kegiatan bertajuk “Penguatan Peran BUMD Dalam Peningkatan Kapasitas Fiskal Daerah Provinsi NTB.

Sebelumnya saat yang sama, Ir. H. Iswandi melaporkan bahwa dalam rangka mempersiapkan RPJMD tahun 2019-2023, perlu melakukan proyeksi terkait kemampuan fiskal daerah. Selama 10 tahun, NTB masih masuk dalam kategori sedang, dan dalam lima tahun kedepan diharapkan tahun ketiga dapat meningkat menjadi dari kategori tinggi. Hal ini tentunya memerlukan strategi dan sinergi dari semua pihak yang bekerja untuk PAD (pendapatan asli daerah). Sebab, kekuatan fiskal kategori rendah, sedang dan tinggi sangat ditentukan dari kontribusi PAD. “Dari diskusi ini wawasan kita sudah semakin terbuka, dari paparan yang sudah disampaikan narasumber juga ada banyak peluang yang dapat dikembangkan guna mengoptimalkan kerja dari BUMD,” jelasnya.

Baca Juga  Sekolah Bisa Gunakan Dana BOS untuk Pencegahan Covid-19

Dengan adanya rakor ini lanjutnya, semua pihak dapat menyelaraskan proyeksi pemerintah daerah dengan proyeksi dari seluruh BUMD. Dari data yang sudah direkap tersebut ternyata proyeksi NTN lebih progresif daripada seluruh BUMD lainnya. Dengan kata lain, jumlah seluruh proyeksi yang sudah diestimasi oleh BUMD yang kaitannya dengan deviden lebih progresif dari apa yang diperhitungkan dari data yang sudah masuk. “Ini berarti ada optimisme yang tampak dari seluruh BUMD kedepannya, guna memberi retribusi pembangunan daerah,” tutur Iswandi.

Acara ini merupakan gagasan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah. Turut hadir dalam acara ini Kepala  Biro Perekonomian Setda NTB, Ahmad Nur Aulia, Anggota Komisi III DPRD NTB H. Muhir, Ir. Fauzi selaku narasumber Wira Jatim Group, dan H. Mujtahid. (JEN/SR)

iklan bapenda