Bank NTB Syariah Siap Biayai Pembangunan RSUD Sumbawa

oleh -37 views
Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc dan Dirut Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo

SUMBAWA BESAR, SR (22/10/2018)

Balai Benih Utama (BBU) Sering, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwis telah ditetapkan sebagai lokasi relokasi pembangunan RSUD Sumbawa. Tahapan pengerjaannya pun sudah mulai dilakukan dengan menggelar tender proyek tanah urug untuk pembangunan akses jalan dan parkir oleh Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LPBJP) Setda Sumbawa. Pembangunan RSUD ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Berdasarkan estimasi, rumah sakit megah di lahan seluas sekitar 5 hektar tersebut menelan anggaran mencapai Rp 250 Miliyar. Besarnya pembiayaan ini memantik perhatian Bank NTB Syariah. Bank milik daerah tersebut menyatakan kesediaannya untuk membiayai pembangunannya. Keinginan ini diungkapkan Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo usai menemui Bupati Sumbawa, Senin (22/10).

Kepada SAMAWAREA, H. Kukuh—sapaan bankir ini mengatakan bahwa pembiayaan rumah sakit itu adalah satu opsi. Hal tersebut mengingat salah satu fungsi bank daerah adalah mendukung percepatan pembangunan yang ada di daerahnya. “Kami sudah berbincang-bincang, ada satu rencana relokasi rumah sakit. Untuk merealisasikan rencana ini membutuhkan biaya yang cukup besar sekitar 250 milyar rupiah,” ungkap H. Kukuh didampingi Direktur Kepatuhan H. Ferry Satrio, SH., MH dan Pimpinan Bank NTB Cabang Sumbawa, Abdul Hafith beserta jajaran.

Kepadanya, Bupati menyebutkan dalam membangun RSUD Sumbawa di lokasi yang baru ini ada dana dari pemerintah pusat dan APBD Sumbawa. Apabila ada kekurangan dalam pembiayaannya, Haji Kukuh menyatakan kesiapan Bank NTB Syariah untuk menanggulanginya. Jikapun tidak bisa mendukung sepenuhnya, Bank NTB Syariah akan mengajak serta bank lainnya untuk melakukan sindikasi. “Intinya kami siap mendukung,” ujarnya.

Baca Juga  Dinas Pariwisata KSB Bingung, Pendapatan Masih Belum Jelas

Sementara Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril B.Sc yang ditemui terpisah, mengatakan Bank NTB Syariah diharapkan memback-up pembiayaan manakala diperlukan. Namun pihaknya berkeinginan membangun RSUD dengan tidak berhutang. Yang paling utama dilakukan dalam pembiayaan pembangunan RSUD adalah alokasi bantuan dana dari pemerintah pusat. Hasil komunikasi ungkap Bupati, Kementerian Kesehatan telah memberikan lampu hijau untuk mendanai pembangunan RSUD meski dana yang dikucurkan dilakukan secara bertahap. “Kemudian hal lain yang bisa didanai Kabupaten, akan kami lakukan. Tapi kami akan berjuang keras untuk tidak menggunakan APBD,” tukasnya.

Upaya untuk mendapatkan dana APBN untuk membiayai kepentingan daerah, kata Bupati, sudah dibuktikannya. Seperti anggaran pembangunan infrastruktur jalan dan yang paling dahsyat adalah pembiayaan pembangunan Bendungan Beringin Sila senilai Rp 1,7 Triliun.

Meski demikian seandainya harus berhutang, lanjut Bupati, akan disiasati menggunakan dana penjualan saham PTNNT. Bisa saja hasil penjualan itu dimasukkan ke Bank NTB Syariah. Lalu Pemda meminjam dana di Bank tersebut yang kemudian bunga dari hasil penjualan saham yang dimasukkan ke Bank Syariah dijadikan untuk membayar hutang. “Ini salah satu strategi jika mau tidak mau harus berhutang,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda