Senin, Tim BPKP Turun Investigasi Talud Patedong

oleh -25 views
Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Anak Agung Raka DP SH

SUMBAWA BESAR, SR (17/10/2018)

Setelah sebulan ditunggu, akhirnya Tim BPKP Perwakilan NTB bersedia turun ke Kabupaten Sumbawa untuk memenuhi permintaan Kejaksaan Negeri setempat guna melakukan audit investigasi dugaan penyimpangan pembangunan talud pengaman pantai di Dusun Patedong, Desa Sebotok, Pulau Moyo. Menurut jadwal yang disepakati, Tim BPKP tersebut akan turun Senin, 22 Oktober mendatang.

Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi SAMAWAREA melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Anak Agung Raka DP SH, Rabu (17/10), membenarkan hal itu. Tim BPKP ini akan melakukan tugasnya terkait kasus tersebut selama seminggu. Tim akan meminta klarifikasi sejumlah saksi yang sebelumnya telah diperiksa kejaksaan. Selain itu melakukan audit investigasi untuk mengungkap besarnya kerugian negara yang ditimbulkan dari dugaan penyimpangan pembangunan talud pengaman pantai di Dusun Patedong, Pulau Moyo ini. Mengenai rencana tim BPKP ke lokasi proyek, Agung Raka menyatakan tergantung hasil klarifikasi. Jika hasil klarifikasi ini dirasakan cukup, maka turun ke lokasi proyek tidak dilakukan. Namun sebelumnya pihak kejaksaan sudah turun ke lokasi bersama ahli konstruksi. Dari turun lapangan ini terungkap adanya perbuatan melawan hukum. Dan untuk memenuhi unsur tindak pidananya dan adanya penetapan tersangka dibutuhkan dua alat bukti. Salah satunya adanya kerugian negara. “Kerugian negara inilah yang akan diinvestigasi Tim BPKP. Jika hasilnya menyatakan adanya kerugian negara, maka kami akan menetapkan tersangka,” tandasnya.

Baca Juga  Tawaran Jadi Model, Siswi SMP Jadi Korban Pelecehan

Untuk diketahui, Proyek Pembangunan Talud Pengaman Pantai di Dusun Patedong, Desa Sebotok, Pulau Moyo, Kecamatan Labuhan Badas diduga bermasalah. Menurut informasi, proyek ini dilaksanakan pada 2017 lalu menggunakan APBD sekitar Rp 186 juta dengan panjang Talud 112 meter. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb