Putusan PK, Boss Jaya Raya Pengemplang Pajak 8,4 Milyar Dihukum Ringan

oleh -36 views
Boss UD Jaya Raya, CM dikawal tim Kejaksaan Negeri Sumbawa saat dieksekusi dan diserahkan ke petugas Lapas Klas IIA Sumbawa untuk menjalani masa hukuman, beberapa bulan lalu

SUMBAWA BESAR, SR (17/10/2018)

Cristine Marliana (33)—terpidana kasus penggelapan pajak yang merugikan negara Rp 8,4 miliar, bisa bernapas lega. Pasalnya permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Boss UD Jaya Raya Sumbawa ini dikabulkan Mahkamah Agung (MA). Berdasarkan Petikan PK Mahkamah Agung bernomor 123 PK/PID.SUS/2017 yang diterima Kejaksaan Negeri Sumbawa, Rabu (17/10) tadi, PK yang ditandatangani Ketua Majelis Dr. H. Andi Samsan Nganro SH MH, dan Panitera Pengganti Ekova Rahayu Avianti SH MH tersebut membatalkan Putusan Mahkamah Agung RI No. 2184 K/Pid.Sus/2015 tanggal 3 November 2015. Selain itu menjatuhkan pidana selama 1 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 16,8 Milyar. Apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan. PK ini juga menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh terpidana dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Hal ini diungkapkan Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasi Pidsus, Anak Agung Raka PD SH saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/10).

Putusan PK ini ungkap Agung Raka—sapaan singkat jaksa low profil ini, lebih ringan dari putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA). Pada tingkat Kasasi itu, Mahkamah Agung menjatuhkan vonis selama dua tahun penjara kepada Cristine Marliana dan diharuskan membayar denda sebesar Rp 16,8 miliar subsider 8 bulan penjara. Terpidana yang sempat buron tersebut dinyatakan melanggar Pasal 39 Ayat 1 Huruf c Undang-Undang No. 16/2000 tentang perubahan kedua Atas Undang-Undang No. 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan junto Pasal 39 Ayat 1 Huruf d Undang-Undang No. 28/2007 tentang perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Jo Pasal 39 Ayat 1 Huruf d Undang-Undang Nomor 16/2009 tentang perubahan keempat atas, Undang-Undang Nomor 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Baca Juga  Empat WNA Asal Thailand Diciduk di Kebun Jagung Labangka

Dengan putusan PK ini, ungkap Agung Raka, tidak lama lagi terpidana tersebut akan menghirup udara bebas. Terkait dengan eksekusi atas putusan PK tersebut, Agung Raka mengaku akan dilakukan berdasarkan perintah pimpinan. “Ini akan dilaporkan dulu kepada pimpinan kami, setelah akan dilakukan eksekusi,” ujarnya.

Seperti diberitakan SAMAWAREA, Cristin sempat menjalani masa penahanan sejak 2 Oktober 2014 hingga 4 Februari 2015. Selanjutnya Pengadilan Tinggi mengalihkan status penahanan dari tahanan rutan ke tahanan Kota sampai adanya putusan Mahkamah Agung. Namun saat hendak dieksekusi atas putusan MA selama 2 tahun penjara, Cristin kabur dan ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Setelah lama diburu akhirnya buronan pajak ini berhasil ditangkap di komplek Perumahan CitraLand, Surabaya, 7 Februari 2018. Terpidana pengemplang pajak usaha itu ditangkap Tim Intelijen Kejaksaan Agung yang diback-up tim dari Kejati Jawa Timur dan Kejari Surabaya. (JEN/SR)

iklan bapenda