Sempat Buron, Pembacok Wartawan di Bogor Terciduk di Bima

oleh -27 views

MATARAM, SR (14/10/2018)

Tim Jatanras Polres Bima Kota akhirnya berhasil menangkap DPO kasus penganiayaan terhadap wartawan di wilayah hukum Polres Bogor yang melarikan diri ke Bima, Sabtu 13 Oktober 2018, pukul.12.00 Wita. Saat ditangkap, DPO yang diketahui bernama MN alias Roni asal Desa Parangina, Sape, Kabupaten Bima melakukan perlawanan dan hendak melarikan diri. Namun dengan sigap, tim yang dipimpin Aipda Guntur berhasil melumpuhkan pelaku. Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sebilah parang, sebuah dompet berisi uang Rp 1.900.000 dan sepeda motor Yamaha Vixion jumbo yang digunakan pelaku.

DPRD

Kapolres Bima Kota, AKBP Ida Bagus Winarta SIK yang dikonfirmasi menjelaskan kronologi penangkapan tersangka. Berdasarkan Laporan Polisi dan DPO Polres Bogor  LP/B/702/VIII/2018/Res. Bgr. tanggal 05 Agustus 2018, anggota Reskrim Polres Bogor berkoordinasi dengan Tim Jatanras Polres Bima, bahwa pelaku melarikan diri ke kampung halamannya di wilayah Sape Bima. Kemudian Tim Jatanras melakukan penyelidikan keberadaan pelaku selama dua hari. Tepatnya Sabtu, 13 Oktober 2018 sekitar pukul 12.00 Wita, Tim melakukan penggerebekan di tempat persembunyian pelaku, sebuah gubuk, Desa Parangina,  Kecamatan Sape, Bima. “Dalam penggerebekan itu tim berhasil mengamankan pelaku. Kemudian Tim membawa pelaku ke Kantor Sat Reskrim Polres Bima Kota untuk selanjutnya berkoordinasi dengan Reskrim Polres Bogor,” jelas Kapolres.

Seperti diketahui sebelumnya seorang wartawan di Cibinong, Kabupaten Bogor, bernama Wido, menderita luka parah di beberapa bagian tubuhnya akibat bacokan dan sabetan parang oleh dua orang, dan seorang lagi menunggu di kejauhan dekat kendaraan motor sambil mengawasi situasi. Berikut kronologi kejadian sebagaimana dituturkan korban.

Baca Juga  Puluhan Kubik Kayu Tak Bertuan Ditemukan di Bendungan Gapit

Kejadian pembegalan atau pembacokan Wido oleh MN alias Roni dkk yang berunsur pembunuhan berencana, terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, Sabtu, 4 Agustus 2018. Saat itu Wido bersama tunangannya Suci tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Area Ruko Lampu Merah Cikaret, Kelurahan Pabuaran Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di depan sebuah warung untuk makan sate.

Sambil duduk-duduk dengan Suci, Wido berbincang-bincang dengan dua temannya, Candra dan Nungki. Pukul 23.45 WIB, Wido bersama Suci ikut mengantarkan Candra dan Nungki yang hendak ke sebuah cafe yang berseberangan dengan warung tempat makan sate. Ketika Wido dan Suci mengantarkan Candra dan Nungki ke dalam cafe, Wido dan Suci melihat Roni dkk berada duduk di bangku depan cafe. Wido tidak berpikiran buruk apapun bakal terjadi. Pada pukul 00.30, Wido mengajak Suci pulang. Ketika berjalan menuju motor yang diparkir di depan warung, tiba-tiba dari arah belakang Wido dibacok oleh MN alias Roni bersama adik iparnya, langsung menyerang Wido dengan sabetan senjata tajam (sajam). Akibat kejadian itu, Wido mengalami luka berat di bagian bahu kanan, pergelangan kanan dan siku tangan kiri. Meski terluka parah, korban masih terlihat kokoh dan bahkan berusaha melawan. Dua orang pelaku inipun kabur menuju seorang pengendara motor yang sudah menunggu tidak jauh dari TKP. Pada saat yang bersamaan, Suci berusaha mengejar para pembegal namun tidak terkejar, sedangkan Wido dalam keadaan kritis berusaha menyelamatkan diri dan meminta pertolongan ke dalam cafe.

Baca Juga  Malam Ini, Tersangka Rumah Adat ke Pengadilan Tipikor

Pada pukul 00.45 WIB, Wido yang hampir tidak sadarkan diri dilarikan pengunjung cafe ke RSUD Cibinong sebelum dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta. (SR)

DPRD DPRD