RSUD Asy-Syifa Mulai Diminati Pasien dari Luar KSB

oleh -3 views

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN RSUD ASY-SYIFA KABUPATEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (13/10/2018)

Sebagai pelayan masyarakat di bidang kesehatan tentu hal yang membahagiakan apabila masyarakat  merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Apalagi jika kepercayaan itu datang dari luar daerah, ini merupakan langkah maju bagi RSUD tersebut. Kenyataan ini terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang sudah mulai diminati masyarakat dari luar KSB. Setiap tahunnya angkanya terus meningkat.

Ditemui SAMAWAREA belum lama ini, Direktur RSUD Asy-Syifa, dr. Carlof Sitompul mengakui kunjungan ke RSUD Assyifa terus meningkat setiap tahunnya. Kunjungan ini bukan hanya dari dalam KSB tapi juga luar KSB. “Ini membanggakan kami. Ini bukti bahwa pelayanan yang kami berikan mendapat kepercayaan yang luar biasa,” kata dr Carlof.

Pelayanan yang paling banyak dikunjungi pasien dari luar daerah sebut dr Carlof, adalah Hemodialisa. Sebab pelayanan ini satu-satunya di Pulau Sumbawa, sehingga tak mengherankan angka kunjungan pasien dari dari daerah cukup banyak. Selain itu pelayanan rawat inap juga ada meski secara detail tidak memiliki jumlah total. Namun laporan setiap tahunnya ada perubahan dan terus meningkat. Hal ini dimungkinkan oleh BPJS pelayanan antar Kabupaten asalkan dari rujukan dari puskesmas asal.

Melihat geliat positif ini, RSUD Asy-Syifa telah merapatkan dengan pihak manajemen akan melakukan promosi ke kabupaten lain misalnya di Kabupaten Sumbawa meliputi Kecamatan Alas Barat, Alas, dan Buer. Letak tiga kecamatan ini jaranya lebih dekat dengan KSB dan jauh dari RSUD Sumbawa. Sehingga lebih efektif dan efisien jika dibawa ke RSUD Asy-Syifa.

Baca Juga  5 Pasien Covid Asal Bolo Kabupaten Bima, Sembuh !

Direktur RSUD santun ini mengakui bahwa setiap pekerjaan tidak ada yang sempurna. Karena itu Ia membutuhkan masukan dari semua pihak untuk kemajuan pelayanan di bidang kesehatan. “Jika ada keluhan silakan sampaikan langsung ke kami agar segera dicarikan solusi,” demikian Carlof. (HEN/SR)

iklan bapenda