Minim, Sekolah dan Guru di Sumbawa Terdampak Program Inovasi

oleh -0 views
Distric Fasilitator Inovasi Kabupaten Sumbawa, Thamrin, SE., M.Ak.

SUMBAWA BESAR, SR (13/10/2018)

Sekolah yang terdampak program Inovasi ternyata masih minim. Dari 369 SD yang terdampak program, baru 67 sekolah atau 18%. Artinya masih tersisa 302 sekolah. Kondisi yang sama juga berlaku untuk guru. Bayangkan dari 3.467 guru yang ada, yang terdampak program hanya 572 orang atau 16%. Demikian diungkapkan Distric Fasilitator Inovasi Kabupaten Sumbawa, Thamrin SE., M.Ak kepada media ini, kemarin.

Menurut Thamrin, agar sebaran program lebih luas dan merata, program inovasi harus dilanjutkan. Tapi ini sangat tergantung dari pemerintah daerah, apakah mau menyiapkan anggaran atau tidak. Kebutuhan anggaran dalam pelaksanaan program lanjutan, sebenarnya tidaklah terlalu besar. Terlebih pendekatan yang digunakan inovasi yakni pendekatan gugus dan KKG. Dengan pendekatan tersebut, sebaran penerima manfaat program cukup luas serta pemerataan sekolah dan guru yang diintervensi pun dapat dicapai dalam waktu yang singkat. “Satu gugus maksimal 8-10 sekolah. Artinya (pemerataan intervensi) kita bisa capai dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ucapnya.

Disebutkannya, program yang sedang berjalan saat ini adalah Program Guru Baik. Dalam waktu dekat Fasilitator Daerah (Fasda) akan melakukan monitoring dan evaluasi di Kecamatan Unter Iwes dan Lape. Program lainnya yakni Permata. Saat ini sedang dilakukan persiapan pelatihan konten untuk Kecamatan Alas dan Kecamatan Lopok. Pelatihan yang rencana digelar Sabtu hari ini merupakan tindaklanjut dari pelatihan sebelumnya. (JEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Presiden Ingin Gerakan Pramuka Direvitalisasi ke Arah Digital