DPMPTSP Sumbawa Optimis Target PAD IMB Tahun 2018 Tercapai

oleh -29 views

KERJASAMA MEDIA ONLINE SAMAWAREA DENGAN DPMPTSP KABUPATEN SUMBAWA 

SUMBAWA BESAR, SR (09/10/2018)

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumbawa pada tahun 2018 ini, menargetkan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebesar Rp 1,3 Miliar. Target ini sepertinya bakal terealiasi, bahkan melampui. “Kita optimis PAD IMB tahun ini tercapai. Bisa juga melebihi target,” ungkap Kasi Evaluasi dan Pelaporan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumbawa, Isnaini Noer.

Keyakinan Isnaini ini cukup beralasan. Sampai Agustus 2018 saja, restribusi IMB yang masuk ke kantong dinas tersebut mencapai Rp 841,6 juta. Angka ini belum termasuk pemasukan untuk bulan September. “Kalau dilihat dari angka PAD yang sudah masuk sampai Bulan Agustus, dan tahun 2018 ini tinggal menyisakan tiga bulan (Oktober, November dan Desember), tidak mustahil target PAD bisa tercapai,” ujarnya optimis.

Selain menargetkan pencapaian PAD, pihaknya tahun ini juga ingin melebihi pencapaian penerbitan IMB pada tahun 2017 lalu. Kala itu, tercatat 484 IMB yang berhasil diterbitkan. Untuk tahun ini, sampai Agustus, sudah 309 IMB. “Untuk IMB, tahun ini kita upayakan penerbitannya lebih banyak dari tahun lalu,” tandasnya.

Agar target penerbitan ini tercapai, DPMPTSP gencar melakukan sosialiasi di tengah-tengah masyarakat tentang manfaat dari IMB. Kini seiring berjalannya waktu, kesadaran masyarakat akan pentingnya IMB ini sudah mulai tumbuh. Apalagi pengurusan IMB tidaklah ribet. Biaya yang dibebankan juga murah. Untuk diketahui, biaya pembuatan IMB tergantung luas bangunan. Hitungannya adalah Rp 10.000 per meter persegi. Ia mencontohkan, ada penduduk yang memiliki luas bangunan (bukan luas tanah) 100 meter persegi, maka biaya retribusi yang dibebankan kurang lebih Rp 100.000. “Ini perhitungan biaya khusus IMB untuk rumah tinggal,” terangnya.

Baca Juga  10 Bulan Lumpuh, Berkat KAMMI Harpan Bisa Jalan Kembali

Bukan hanya itu tambah Isnaini, ada sejumlah keuntungan yang diperoleh jika masyarakat telah memiliki IMB. Legalisasi bangunan bakal diakui. Selanjutnya, jika ada kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, dan bangunan yang telah memiliki IMB ini terkena dampak, maka akan mendapatkan ganti rugi sesuai undang-undang. “Keuntungan lainnya, IMB ini dapat digunakan sebagai agunan bank/usaha,” pungkasnya. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb