Fahrizal: Cegah Siswa Berbuat Onar, Perlu Intensifkan Pembinaan Karakter

oleh -22 views

SUMBAWA BESAR, SR (04/10/2018)

Dalam dua hari ini masyarakat dikejutkan dengan aksi pelajar salah satu sekolah yang melakukan penyerangan ke beberapa sekolah. Ironisnya aksi tak terpuji tersebut dilakukan secara berulang-ulang. Selain kaca sekolah pecah, beberapa guru terkena lemparan baru. Melihat wajah pendidikan yang kian memprihatinkan ini, pembinaan karakter bagi anak didik sangat diperlukan. Ini menjadi tanggung jawab bersama bukan hanya pemerintah dan guru, tapi yang paling penting adalah peran orang tua. Selain itu diperlukan strategi khusus terkait pembinaan terhadap anak didik agar kasus-kasus yang dipicu oleh kalangan pelajar dapat diminimalisir.

Kepala UPT Dikmen Dikpora NTB Kabupaten Sumbawa, Fahrizal S.Pd., M.Pd yang ditemui di Polres Sumbawa, Rabu (3/10), sangat menyesalkan kasus itu terjadi. Untuk meminimalisir persoalan itu, Layanan Dikmen sedang melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah, termasuk sosialisasi tentang bahaya narkoba, paham radikalisme dan terorisme. Hari ini juga, pihaknya sedang melaksanakan sosialisasi tentang wawasan kebangsaan. “Berbagai upaya yang kita lakukan ini dalam rangka mencegah lebih jauh untuk berbuat yang tidak pantas,” kata mantan Kepala SMA Negeri 1 Sumbawa ini.

Ketika nanti kenyataan di lapangan masih terjadi kasus serupa, Fahrizal mengharapkan sekolah untuk mengintensifkan penguatan pendidikan karakter, di samping mengikuti pola alur pembinaan yang memang biasa dilakukan di sekolah. “Ketika ada masalah, dianalisis tingkatnya sampai sejauhmana. Sehingga nanti mereka akan dilakukan pembinaan sesuai tingkatannya. Mulai pemanggilan orang tua, ketika sudah sampai beberapa kali akan ditingkatkan ke skorsing. Dan kalau memang sekolah-sekolah sudah terlalu sering dan anak itu sudah susah dibina dan bukti yang dimiliki sekolah sudah banyak maka pola pembinaan yang diambil sekolah adalah menyerahkan siswa itu ke orang tuanya,” ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Zul Dampingi Kapolri Resmikan Fasilitas Mapolda

Sebenarnya lanjut Fahrizal, pembinaan di sekolah itu sangat terbatas karena rentang waktu bertatap muka dengan gurunya sangat singkat. Sebetulnya yang lebih banyak waktu adalah di lingkungan keluarga dan masyarakat. Karena itu Ia berharap pola pembinaan siswa ini tidak hanya tertumpu di sekolah, melainkan bersama-sama masyarakat dan pihak lainnya. Ketika melihat mereka berkelompok memakai seragam sekolah dan berada di lokasi tidak semestinya atau berada di luar sekolah saat jam pelajaran berlangsung, menjadi kewajiban semua pihak untuk menegur dan mengingatkan. “Jangan sampai mereka bergerombol merencanakan yang jelek-jelek, jadi inilah peran kita semua melakukan pembinaan anak anak ini. Karena anak-anak tersebut adalah aset kita ke depan. Dari sekarang harus dijaga agar mereka menjadi generasi masa depan yang bisa diandalkan,” tandasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.