ARUS IPTEK, BIJAK DALAM UPDATE

oleh -19 views

Oleh : FITRI TJAHYANI~Ibu Rumah Tangga & Owner Yumna

Bismillah

DPRD

Ingin sedikit bersua dan beropini dari perspektif diri saya sendiri. Entah. Rasanya sinonim gergetan itu muncul saja ketika melihat maraknya postingan ini itu yang tiba-tiba mudahnya mindset itu berubah. Seketika!

Kurasa. Teknologi sudah menjadi wabah yang warning. Positifnya, begitu mudah mendapatkan informasi dalam satu kali enter. Bergabunglah di dalamnya informasi fakta dan HOAX. Mengesampingkan tujuan mereka apa. Memposting secara cepat, memilah itu mungkin tak terbesit dalam benak. Apakah ini “sekali lagi” gara gara arus IPTEK ? Yang dimana penggunanya ingin selalu menjadi sosok UPDATE ?

Masalah politik, budaya, sosial, semuanya. Hanya karena masalah hati, suka tidak suka, bisa bisa mengundang kontroversi kemudian diviralkan, lalu menjadi isu utama, finally yang lihat dan baca ngasa otak lagi. Belum lagi kalau si pengonsumsi berita suka dalam satu sisi. Yang dilakukan jelas SHARE. Pihak lain jatuh, pihak yang satu beropini kembali, hingga berdebat menimbulkan penyakit hati ?

Di waktu yang sama, ada banyak manusia sedang berjuang dalam kerasnya hidup, di belahan dunia lain, ada para pemuda sedang fokus berprestasi, kemudian ada lagi mereka yang berlomba lomba dalam kebaikan, lalu juga mereka yang bermuhasabah diri. Bijak dalam segala situasi dan beropini. Mereka mereka yang tujuannya satu, untuk hidup yang kekal setelah ini. Beda aktifitas, satu tujuan. Menghindari arus iptek yang mudah mengotori hati.

Baca Juga  NTB dan Kroasia Jajaki Kerjasama di Tiga Bidang  

19 Agustus lalu. Deadline pengumpulan essay kegiatan PARJA dengan tema yang menarik “Peran Parlemen dalam Mewujudkan Pemanfaatan Teknologi Informasi Secara Cerdas”. PR nya adalah bagaimana kita menghadapi IPTEK ini secara CERDAS. Tentu menjadi PR kita semua, bukan hanya lembaga di tema itu, termasuk saya, dan anda.

Tulisan ini pure dari perspektif saya menanggapi berbagai macam isi beranda. Tentang mengomentari sesuatu secara berlebihan dan berkala. Jika hanya melihat, rasanya kritik yang “terlalu pedas” itu tak pantas terlontar. Jika hanya mendengar, rasanya analisa yang “berlebihan” itu tak layak dikoar. Ingin berpendapat namun memojokkan no sensor. Ingin menghibur rakyat malah dihujat.

Again, to be honest

Saya hanya ingin mengajak semuanya, semua pihak. Untuk lebih berhati-hati dalam era teknologi yang super canggih ini. The world is flat. Semua data, aktifitas, info, dari sudut manapun dengan sekali klik sudah ready di santap.

Olahlah. Pilahlah. Berpikir positif. Cerdas menanggapinya. Cermat merespon. Dan santun menjawab.

Semoga Allah ridho dengan tulisan saya, Aamiin

Salam cinta

 

DPRD DPRD