AKP Zacky: Tidak Ada Tanda-tanda Kekerasan di Tubuh Andi

oleh -29 views
Kasast Reskrim Polres Sumbawa, AKP Zacky Maghfur SIK

Keluarga Tolak Diotopsi

SUMBAWA BESAR, SR (11/07/2018)

Kapolres Sumbawa melalui Kasat Reskrim, AKP Zacky Maghfur SIK, mengakui jika jenazah yang ditemukan di saluran air Simpang Tiga Stadion Pragas, Rabu (11/7) sore kemarin adalah Andi Saleh Triyardi (13 tahun)—bocah yang dilaporkan hilang seminggu yang lalu. Hal ini berdasarkan pengakuan keluarga yakni ibu dan kakaknya yang mengenali korban melalui sandal dan pakaian yang dikenakan. Jenazah yang sempat disemayamkan di kamar jenazah RSUD Sumbawa itu, sudah diserahkan kepada pihak keluarga dan telah dimakamkan, Kamis (12/7) tadi. “Ibu dan kakaknya mengiyakan dari pakaian dan sandal yang digunakan korban saat itu, keduanya langsung shock,” kata AKP Zacky saat ditemui SAMAWAREA di ruang kerjanya, Kamis.

Mengenai penyebab kematian korban, Zacky mengaku sudah mendapatkan hasil visum dari RSUD Sumbawa. Dalam keterangan dokter yang menangani, korban diperkirakan meninggal dunia di atas 4 hari yang lalu atau sejak dilaporkan hilang. Dari hasil visum terungkap tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban yang menyebabkan kematian tidak wajar. “Hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, tapi kita masih akan mendalami keterangan dokter yang memeriksa korban,” tegasnya.

Untuk mengecek lebih jauh tentang penyebab kematian korban, Kasat Zacky mengakui harus dilakukan otopsi (bedah mayat). Namun pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan menginginkan agar korban secepatnya dimakamkan. Terhadap kematian korban ini, Zacky menyampaikan turut berbelasungkawa yang mendalam, berharap keluarga tabah dan sabar menerima musibah tersebut. “Semoga arwah almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT,” ucapnya.

Baca Juga  Bobol Sekolah, Dua Pencuri Dibekuk

Seperti diberitakan, korban dilaporkan hilang 4 Juli lalu. Terakhir, korban masih terlihat di rumah kakeknya di lingkungan RT 02 RW 05 Kelurahan Seketeng, sore harinya. Namun saat magrib korban tidak kembali meski biasanya dia pulang untuk sholat magrib. Hingga larut malam, korban tidak terlihat membuat keluarganya panik. Selain lapor polisi, pencarian terus dilakukan. Bahkan informasi hilangnya korban cepat tersiar terutama oleh warga yang aktif di media social. Jasa paranormal ikut dilibatkan. Setiap paranormal yang didatangi selalu mengatakan korban akan kembali. Tepat Rabu, 11 Juli kemarin, terdengar khabar mengejutkan. Sesosok mayat ditemukan di saluran air simpang tiga Stadion Pragas, sekitar 100 meter dari kediaman kakek korban. Ternyata itu adalah korban. Kondisinya sudah mulai membusuk, dan wajahnya sudah terkelupas tampak tengkorak. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.