Sebelum Hilang, Andi Pamit ke Rumah Kakek

oleh -31 views
Andi (Foto Kenangan)

SUMBAWA BESAR, SR (11/07/2018)

Keluarga memastikan bahwa jasad yang ditemukan di dalam saluran air sebelah timur Simpang Tiga Stadion Pragas, Rabu (11/7) sore, adalah Andi Saleh Tiyardi (13 tahun). Hal ini dikenali dari pakaian dan sandal yang dikenakan bocah yang baru tamat Sekolah Dasar dan akan melanjutkan pendidikan di bangku SMP tersebut saat terakhir terlihat Hari Rabu 4 Juli lalu. Korban ditemukan sekitar 100 meter dari kediaman kakeknya di RT 02 RW 05 Kelurahan Seketeng.

Menurut keterangan ibu korban, Wiwin yang ditemui wartawan beberapa hari lalu, anak keduanya itu dilaporkan hilang setelah meminta izin untuk menginap di rumah kakeknya di Kelurahan Seketeng. Korban memang sudah seminggu menginap di rumah kakeknya, di lingkungan Stadion Pragas, Kelurahan Seketeng. Pada hari sesaat sebelum dia hilang, korban sempat memperbaiki sepeda adik sepupunya di depan rumah kakeknya. Kakak korban sempat datang ke rumah kakeknya dan masih melihatnya. Setelah itu kakaknya tidur siang di rumah kakeknya. Saat bangun tidur korban sudah tidak ada dan mengira sedang bermain di sekitar rumah. Sehari-hari, korban tidak pernah pamitan jika hendak bermain ke luar rumah. Tapi, dia hanya keluar sebentar, sehingga keluarga tidak curiga. Sore harinya pukul 17.00 Wita, Andi kembali ke rumah kakeknya. Oleh kakeknya, korban diminta mengambil barang milik adik kakeknya di Pasar Seketeng yang kebetulan tidak jauh dari rumah kakeknya. Saat balik mengantar barang yang diminta kakeknya, korban juga mengembalikan sepeda ke rumah tersebut. Ketika masuk magrib, ibu korban ditelpon oleh keponakannya melaporkan bahwa korban belum kembali ke rumah kakeknya. Awalnya ibu korban tidak curiga. Sebab korban selalu kembali menjelang magrib untuk melaksanakan sholat. Tapi ketika malam merambat, keponakannya kembali menelpon bahwa Andi masih belum pulang. Ibu korban mulai panik langsung bergegas ke rumah kakek korban yang juga orang tuanya itu. Selanjutnya ibu dan kakak korban mencarinya. Setelah seharian tak membuahkan hasil, ibu korban lapor polisi. Informasi hilangnya korban cepat tersiar. Warga terutama yang aktif di media social turut membantu menyebarkan informasi. Bahkan jasa paranormal ikut dilibatkan. Setiap paranormal yang didatangi selalu mengatakan putranya itu akan kembali. Ibunya pun tidak memiliki firasat terjadi sesuatu yang buruk pada korban, melainkan hanya berharap anaknya itu kembali ke dalam pelukannya. Tapi takdir menentukan lain, kabar mengejutkan itu datang. Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Meski polisi belum memastikan, tapi keluarga sudah mengenalinya dari sandal dan pakaian yang dikenakan.

Baca Juga  BPMLH Segera Tebang dan Pangkas Pohon ‘Tua’

Untuk diketahui, Andi adalah anak pendiam dan penurut. Andi tidak pernah menuntut apa-apa kepada orang tuanya. Namun menurut ibunya, Andi agak susah bergaul dengan teman-temannya. Ibunya menduga Andi mengalami tekanan. Hal ini mengingat ibu dan ayahnya sudah lama berpisah. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.