Gara-gara Ancam Kades, Oknum LSM Diperiksa Polisi

oleh -11 views

SUMBAWA BESAR, SR (11/07/2018)

Gara-gara mengancam kepala desa di Kecamatan Moyo Utara menggunakan senjata tajam, oknum pegiat LSM, M. Taufan harus berurusan dengan aparat kepolisian. Dia dibawa pihak Polsek Moyo Hilir ke Polres Sumbawa untuk menjalani proses hukum, Rabu (11/7). Hingga sore hari, oknum LSM tersebut menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim).

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Zaky Maghfur SIK yang dikonfirmasi SAMAWAREA menuturkan dugaan pengancaman ini terjadi Senin (9/7) siang lalu. Motifnya persoalan tanah. Saat itu, terlapor (Taufan) meminta solusi kepada Kepala Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara, Syafi’i Unding. “Menurut informasi yang saya dapatkan, sebenarnya dia (Taufan, red) meminta solusi kepada kepala desa. Tapi tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan,” kata AKP Zaky.

Karena tidak puas dengan pelayanan kepala desa, Taufan emosi lalu mengancam. Bahkan, Taufan juga diduga mengacungkan parang kepada oknum kades tersebut. Namun menurut pengakuan Taufan, ungkap Kasat Zaky, dia hanya memaki sambil mengeluarkan parang. Meski demikian, ada sejumlah saksi yang menyatakan Taufan mengancam akan membunuh kepala desa. Setelah kasus ini dilaporkan ke polisi, Taufan diminta datang ke Polsek Moyo Hilir secara baik-baik. Akhirnya, Taufan datang dan mengamankan diri. Saat ini Taufan diproses dan terancan dijerat pasal 355 KUHP tentang pengancaman atau perbuatan tidak menyenangkan. Selain itu ada pengecualiannya, yakni pasal 21 KUHAP yang dimungkinkan untuk dapat ditahan. “Sementara Taufan sebagai saksi. Untuk proses selanjutnya akan dilakukan gelar perkara,” ujarnya.

Baca Juga  Opgab Maret, Pemilik Café Batu Guring Nyatakan Tutup Hari Ini

Secara terpisah, Taufan yang dikonfrontir mengakui telah mengancam oknum kades. Pengancaman ini bermula ketika dia selaku Ketua Lembaga Lingkar Hijau mendapat kuasa menjadi pendamping dari warga pemilik lahan di Dusun Ai Limung yang kini dikuasai pengusaha pemilik perusahaan berbintang tiga. Sebelumnya lahan tersebut milik kliennya seluas 4,8 hektar. Kemudian dijual seluas 3,7 Ha sehingga tersisa 1,1 hektar. Namun lahan sisa ini dijual oleh oknum warga berinisial SY berdasarkan kwitansi yang ada, padahal SY bukan ahli waris dari pemilik lahan. Dalam proses ini ada indikasi keterlibatan oknum kades setempat. Indikasinya Kades telah mengeluarkan sporadik, tapi hanya distempel tanpa bertandatangan. Dari hasil sporadik itu diberikanlah kepada pihak pembeli. Oleh pihak pembeli menjadikan sporadic itu sebagai bahan mengajukan permohonan sertifikat ke BPN Sumbawa. Belakangan pengajuan sertifikat itu dikembalikan BPN karena dianggap tidak lengkap yakni tidak ada tanda tangan Kades, serta tidak ada ijin pemilik sertifikat induk. “Kami klaim tanah sisa itu sebagai hak kami berdasarkan sertifikat induk karena yang kami jual hanya seluas yang ada disertifikat. Atas dasar itu kita buatlah sporadik,” aku Taufan.

Sayangnya sporadik yang dibuatnya tidak mau ditandatangani oknum Kades tersebut. Kades beralasan tidak dapat menerbitkan dua sporadik dalam satu obyek. Kades mau menandatangani sporadik milik klien Taufan, dengan catatan sporadik yang diajukan pengusaha itu harus dikembalikan oleh pihak BPN. BPN pun berdasarkan surat yang ada di dokumen sudah mengembalikan sporadik yang diajukan pengusaha karena tidak memenuhi syarat. Setelah proses ini sudah dilakukan, sporadik milik kliennya tidak juga ditandatangani kades, sehingga terjadilah pengancaman yang dilakukannya. “Jangan lihat pengancamannya, tapi lihat sumber terjadinya pengancaman ini. Kami menduga ada konspirasi jahat antara kades, penjual dan pembeli,” pungkasnya.

Baca Juga  Kapolres KSB Resmi Dijabat AKBP Mustofa, AKBP Andi ke SPN

Sementara informasi terbaru dari Kasat Reskrim, AKP Zaky Maghfur, bahwa kedua belah pihak telah bersepakat untuk berdamai menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan. “Berdamai itu sah-sah saja, tapi kami lihat dulu mekanisme proses hukumnya apakah ini delik aduan atau tidak, kita harus gelar dulu,” pungkasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.