BOK Diduga Diselewengkan, Petugas Puskesmas Lunyuk Ancam Mogok

oleh -26 views
Sekretaris Dikes Sumbawa, Junaidi A.Pt M.Si

SUMBAWA BESAR, SR (10/07/2018)

Sejumlah perawat dan bidan di Puskesmas Lunyuk berencana melakukan aksi mogok kerja sehari, Rabu (11/7) besok. Ancaman ini dicetuskan karena ada dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) diduga disalahgunakan oknum puskesmas setempat. Sebab dana puluhan juta itu sudah dicairkan pusat melalui Dinas Kesehatan Sumbawa ke rekening Bendahara Puskesmas. Namun dari pengakuan oknum di sana, dana itu belum cair. Padahal sebenarnya sudah dicairkan namun tidak dialokasikan sesuai peruntukannya.

Menurut salah seorang petugas medis setempat kepada SAMAWAREA, Selasa (10/7), persoalan dugaan penyimpangan BOK ini sudah terjadi yang kesekian kalinya. Ini pernah terjadi tahun 2017 lalu senilai seratusan juta rupiah. Dana BOK yang seharusnya digunakan untuk operasional Puskesmas dan realisasi program-program yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tidak diketahui juntrungannya. Masalah ini sebenarnya sudah dilaporkan ke Dikes, namun belum ada tindaklanjutnya sampai saat ini. Kini kasus yang sama kembali terulang, dana BOK selama tiga bulan (Januari—Maret) pada Tahun 2018 sebesar Rp 56,2 juta. “Kami sudah temui bendahara puskesmas, kata bendahara uangnya belum masuk sambil memperlihatkan buku rekening lama yang sudah dipotong (gunting) pihak bank. Tapi setelah kami cek ternyata uang BOK itu sudah cair 28 hari yang lalu. Ini terungkap dari print out buku rekening yang baru,” ungkap petugas puskesmas yang enggan menyebutkan namanya.

Baca Juga  Ayo !!! Tertib Berlalulintas Bersama YNC Sumbawa

Tidak adanya dana BOK itu, ada beberapa program puskesmas tidak dapat dilaksanakan terutama yang melibatkan pihak ketiga. Misalnya untuk ibu hamil, PMT untuk gizi buruk dan gizi kurang, serta program lainnya. Karena Dikes tidak bersemangat merespon masalah ini, staf dan petugas medis Puskesmas Lunyuk akan menggelar mogok kerja. Mereka menyadari jika tindakannya diprotes masyarakat terutama yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Ini semata-mata dilakukan agar pemerintah daerah melalui dinas terkait turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. “Kita sudah berulang kali ke Dikes tapi tak membuahkan hasil. Satu-satunya jalan dengan cara mogok kerja,” tukasnya.

Dikonfrontir hal ini, Sekretaris Dikes Sumbawa, Junaidi A.Pt M.Si mengakui adanya laporan beberapa petugas Puskesmas kaitan dengan dugaan penyimpangan dana BOK Tahun 2018. Untuk menindaklanjutinya, pihaknya telah memanggil Kepala Puskesmas Lunyuk dan Bendahara BOK, serta perwakilan pelapor guna dimintai klarifikasi, Rabu (11/7) besok. “Besok kita akan ketemu, kita akan klarifikasi apa yang menjadi laporan mereka,” ujarnya.

Mengenai adanya kasus yang sama sebelumnya (2017) dan hingga kini belum selesai, Jun mengaku tidak banyak mengetahuinya secara pasti karena saat itu langsung ditangani Kepala Dinas (Kadis). Namun menurut informasi, masalah itu sudah diselesaikan. “Karena sekarang muncul lagi, ini juga yang akan kami tanyakan kepada kepala puksesmas dan bendahara,” tukasnya.

Untuk BOK tahun 2018 (Januari-Maret), Junaidi memastikan sudah cair. Dana BOK itu dicairkan dari bendahara Dikes ke rekening Bendahara BOK Puskesmas Lunyuk. Terhadap rencana aksi mogok, Jun meminta petugas puskesmas untuk mengurungkannya demi berlangsungnya pelayanan publik. “Kita tunggu dulu, karena besok kita akan selesaikan masalah ini dengan menghadirkan sejumlah pihak,” tandasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.