Kembalikan Kerugian Negara Bisa Ringankan Hukuman Kadis PMPPTSP KSB

oleh -2 views

SUMBAWA BESAR, SR (05/07/2018)

Kadis Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Drs. HJ MM mengembalikan kerugian Negara sebesar Rp 328 juta dan menitipkannya kepada pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa, Rabu (4/7) kemarin.

Uang tersebut diserahkan oleh kuasa hukumnya, Sobaruddin SH dan langsung diterima Kajari Paryono SH didampingi Kasi Pidsus Anak Agung Raka SH. Untuk diketahui Drs. HJ MM ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyimpangan proyek pengadaan instalasi Biogas dari program kegiatan pembangunan listrik pedesaan yang tersebar di 6 kecamatan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Proyek ini merupakan alokasi Tahun Anggaran 2013 dengan nilai kontrak Rp 1.299.000.000. Selain oknum penjabat ini, ada dua orang lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Yakni ES ST konsultan pengawas dan TM—kontraktor pelaksana. Saat ini HJ dan ES sudah menjadi tahanan kejaksaan. Pihak kejaksaan menetapkan keduanya sebagai tahanan kota dengan pertimbangan, HJ mengalami penyakit jantung dan ES adalah tulang punggung keluarga. Di samping itu adanya itikad baik mengembalikan kerugian Negara. Sedangkan TM masih menjalani proses hukum sebagai narapidana di Lapas Mataram karena terjerat kasus proyek pembangunan rumah adat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Ditemui wartawan, Sobaruddin SH mengakui datang ke kejaksaan untuk menitipkan pengembalian kerugian Negara. Penitipan uang kerugian negara ini merupakan itikad baik kliennya. Kliennya sudah komitmen tidak akan melanggar ketentuan yang dapat menyebabkan statusnya sebagai tahanan kota dicabut. Dalam surat permohonan penangguhan dan pengalihan penahanan yang sudah diajukan, dia beserta isteri dan mertua kliennya bertindak sebagai penjamin. Selain itu, sejak status HJ ditetapkan sebagai tersangka pada Juli 2017 lalu, kliennya selalu kooperatif meski sedang menderita sakit jantung dan varises di saluran pencernaannya. “Klien kami harus menjalani pengobatan secara intensif. Bahkan saat pelimpahan ke kejaksaan, seharusnya klien kami ini menjalani opname. Namun karena wujud tanggungjawab hukum, klien kami memilih berobat jalan,” imbuhnya seraya meminta masyarakat untuk tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah.

Baca Juga  PPK: Talud Patedong Boleh Gunakan Batu Karang, Asal....

Sementara itu, Kajari Sumbawa, Paryono SH mengatakan, dalam perkara Biogas ada kerugian negara sebesar Rp 328 juta. Adanya penitipan uang kerugian negara ini akan menjadi dasar pihaknya meringankan tuntutan. “Ini itikad baik tersangka, pengembalian kerugian Negara ini menjadi dasar kami dalam proses penuntutan nanti. Yang jelas itikad baik ini bisa meringankan tuntutan,” ujarnya.

Pengembalian uang ini juga lanjut Kajari, menjadi bahan pertimbangannya untuk mengalihkan penahanan tersangka menjadi tahanan kota, di samping yang paling utama tersangka mengalami sakit jantung dan membutuhkan perawatan intensif.

Seperti diberitakan, proyek ini dikerjakan oleh rekanan dari CV Agung Sembada. Dalam hal ini, pencairan proyek tersebut sudah dilakukan. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan oleh ahli dari Fakultas Tekhnik Jurusan Tekhnik Sipil Universitas Mataram terdapat perbedaan perhitungan volume dan kualitas bangunan. Dalam hal ini, bobot pekerjaan belum mencapai 42,08 persen. Akibatnya, negara dirugikan sebesar Rp 323 juta lebih. Dalam pemeriksaan, polisi menetapkan tiga orang tersangka yakni kontraktor, PPK dan Konsultan. Para tersangka ini dijerat pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) sub a, b ayat (2) dan (3) UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, UU No. 20 Tahun 2001 tentang UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.